Warga Tasikmalaya Khawatir dengan Semburan Lumpur Panas Mirip Lapindo

Ilustrasi Semburan lumpur panas di Tasikmalaya/ Jabarnews

TASIKMALAYA – Semburan lumpur panas pada galian sumur bor membuat heboh  warga di Kampung Sindangrasa, RW 01, RT 03, Desa Cigunung, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tasikmalaya masih melakukan penelitian, apakah semburan lumpur panas penggalian sumur bor bantuan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Bank Mandiri pada Senin (23/10/2017) tersebut berbahaya atau tidak.

Kepala Desa Cigunung Kostama menuturkan, semburan lumpur panas tersebut terjadi setelah pengeboran tanah sedalam 40 meter. Rencananya air dari hasil pengeboran tanah itu akan dijadikan sumber air bagi masyarakat sekitar karena kesulitan air bersih.

“Awalnya masyarakat memang mengajukan pengeboran sumur air bersih tiga bulan lalu. Kita akhirnya dapat bantuan dari Bank Mandiri, dan setelah di survei ditetapkan lokasinya. Setelah dibor tiga hari, dari Kamis sampai Sabtu, ternyata Senin sekitar pukul 12.00, semburan lumpur panas keluar,” ucap Kostama, Selasa (24/10/2017) malam, kepada PR.

Kostama mengatakan, warga sempat panik karena semburan lumpur panas mencapai 10 meter Senin kemarin. Semburan lumpur panas sempat terhenti pukul 16.00, dan pukul 23.00 muncul kembali hingga Selasa kemarin.

“Kadang keluarnya hanya air panas saja, tetapi keruh. Kalau sekarang keluar asap, tetapi tidak berbau,” ucap Kostama.

Hingga saat ini, Kostama belum dapat memastikan penyebab munculnya semburan lumpur panas tersebut. Kendati demikian, ia menduga semburan lumpur panas muncul karena area tersebut masuk dalam jalur aliran air panas dari gunung di sekitar desa.

“Warga memang sempat panik takut seperti Lapindo. Tetapi kami tenangkan, karena banyak lubang mata air panas alami dari Gunung Alas. Alhamdulilah semburannya juga langsung ke kali, karena jarak lokasinya berdekatan dengan kali,” kata Kostama.

Untuk sementara ini, lima keluarga di sekitar semburan lumpur panas sudah diungsikan. Warga desa berharap tim peneliti bisa segera datang untuk memastikan apakah lumpur panas tersebut berbahaya atau tidak.

Sementara itu salah seorang warga Epa (32), mengaku khawatir dengan keberadaan semburan lumpur panas tersebut. Menurut Epa, sejak ada semburan lumpur panas, ia merasa dadanya sesak karena rumahnya berdekatan dengan lokasi. Dia berharap kasus ini segera ditangani.

Advertisement