VENEZUELA – Sejumlah warga Venezuela mulai dari dokter, pengusaha, dan pekerja lainnya melakukan protes di kota-kota besar di seluruh Venezuela pada hari Rabu (30/1/2019) dan menyerukan agar bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke negara itu.
Beberapa protes kecil diadakan di seluruh ibukota Caracas, termasuk di lingkungan Altamira di bagian timur kota. Mereka juga menddesak Presiden Nicolas Maduro mundur.
“Kami lelah dengan begitu banyak kesengsaraan, tidak mendapatkan obat, menghabiskan hari mencari makanan dari satu tempat ke tempat lain,” ujar seorang demonstran, Ana Bello yang berusia 47 tahun mengatakan kepada Al Jazeera.
Bello, seorang sekretaris kantor, menggunakan waktu istirahat makan siangnya untuk bergabung dengan para demonstran.
Di La Candelaria, di pusat kota, pengunjuk rasa berbaris ke Rumah Sakit JM de los Rios, sebuah pusat kesehatan anak. Beberapa perawat dan dokter meninggalkan pusat kesehatan dan bergabung dengan protes.
“Kami meminta mereka membiarkan bantuan kemanusiaan masuk,” kata perawat Maria Alvarez kepada media setempat.
“Meskipun direktur kami mengatakan itu tidak perlu, kami tahu bagaimana rasanya melihat pasien mati karena kekurangan pasokan,” katanya.
Jutaan orang telah meninggalkan Venezuela sejak 2015, melarikan diri dari hiperinflasi, kemiskinan dan kekurangan makanan dan obat-obatan.
Pengunjuk rasa Cesar Gonzalez (55) mengatakan dia ingin anak-anak dan cucunya kembali ke negara itu. “Kami menjadi negara orang tua. Kami tidak memiliki masa depan,” katanya kepada Al Jazeera.
Guaido, yang menikmati dukungan dari Amerika Serikat, dan beberapa negara di kawasan itu, bergabung dengan protes di luar Rumah Sakit Universitas Universitas Pusat Venezuela tempat para siswa meneriakkan, “Guaido ada di sini, Guaido ada di sini dan harapan datang bersamanya.”
“Kami akan memulihkan sistem kesehatan Venezuela,” katanya kepada orang banyak, mengulangi seruannya kepada pasukan militer dan polisi untuk mendukungnya.





