
MADIUN – Wartawan senior, Parni Hadi yang juga inisiator, pendiri dan pembina Dompet Dhuafa mewakafkan tanahnya di Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun untuk dibangun klinik kesehatan yang diberi nama Gerai Sehat Madiun.
Selain itu, Parni Hadi juga mewakafkan rumah joglo yang dulunya ia tempati sewaktu masa kecilnya untuk dijadikan tempat untuk belajar kebudayaan. Rumah tersebut, bersebelahan dengan klinik kesehatan Gerai Sehat Madiun.
Dalam sambutannya, Parni mengatakan, setiap orang pasti memiliki gagasan. Namun tidak semua orang mendapat kesempatan untuk mewujudkan kenyataan.
Oleh sebab itu, pria yang sebentar lagi berusia 70 tahun ini mengaku sangat bersyukur gagasan atau keinginannya dapat terwujudkan.
“Saya tidak akan melupakan leluhur saya. Saya bisa mencapai yang sekarang berkat doa para leluhur orang tua, kakek saya, berkat berkat Allah SWT. Umur saya sebentar lagi 70 tahun. Saya sangat bahagia sekali,” katanya
Sementara itu, putranya Yos Wiyoso Hadi menuturkan, rumah joglo yang diwakafkan juga akan menjadi pengingat bahwa ayahnya yakni Parni Hadi pernah tinggal di tempat itu. Rumah tersebut, nantinya dapat digunakan untuk berbagai kegiatan bagi masyarakat di Desa Rejosari.
“Rumah ini akan menjadi tempat menyebarkan nilai-nilai Budaya Jawa yang islami, nasionalis dan universal. Rumah ini suatu saat akan menjadi tempat lahirnya para pemikir yang akan menyejahterakan petani di Madiun,” ucapnya.
Ia menuturkan, melalui pendekatan budaya diharapkan masyarakat semakin mengenal Dompet Dhuafa sebagaimana Sunan Kalijaga dalam peran dakwah menebarkan agama Islam di Pulau Jawa.
Gerai Sehat Madiun merupakan bagian dari pusat pemberdayaan masyarakat Dompet Dhuafa (Pusdayamas) sebagai bagian dari program pemberdayaan berbasis warga. Dan Desa Rejosari, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun menjadi tempat pemberdayaan berbasis wakaf yang pertama. – Surya.co.id




