WHO: 1,7 Juta Anak Meninggal Tiap Tahun Akibat Polusi

Ilustrasi polusi udara

LONDON – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan setiap tahun, polusi lingkungan  diperkirakan telah merenggut nyawa  1,7 juta jiwa pada anak-anak di bawah 5 tahun.

Penyebabnya antara lain air yang tidak aman, kurangnya sanitasi, praktik kebersihan yang buruk juga  polusi indoor dan outdoor.

Polutan ini menjadi penyebab satu dari empat kematian dari anak-anak berusia 1 bulan sampai 5 tahun.
Satu laporan baru menyoroti bahwa penyebab paling umum kematian anak dapat dicegah yakni diare, malaria dan pneumonia, yang dapat dicegah dengan menggunakan kelambu berinsektisida, bahan bakar memasak yang bersih dan peningkatan akses terhadap air bersih.

“Lingkungan yang tercemar adalah mematikan, terutama untuk anak-anak,” ungkap Dr. Margaret Chan, direktur jenderal WHO mengatakan dalam sebuah pernyataan, Senin  (6/3/2017), diberitakan CNN.

“Mereka mengembangkan organ dan sistem kekebalan tubuh, dan tubuh lebih kecil dan saluran udara, sehingga membuat mereka rentan terhadap udara kotor dan air.” lanjutnya.

Bayi terpapar polusi udara dalam ruangan atau di luar ruangan, termasuk asap rokok, memiliki peningkatan risiko pneumonia selama masa kanak-kanak serta peningkatan risiko penyakit pernapasan kronis,  seperti asma, selama sisa hidup mereka.

Lebih dari 90% dari populasi dunia diperkirakan menghirup udara yang melanggar panduan kualitas yang ditetapkan oleh WHO.

Karenanya, sangat penting untuk menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan yang sehat untuk anak, dan keluarga dengan tidak menimbulkan paparan polusi yang dapat mengganggu kesehatan.

 

Advertisement