JENEWA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mencatat total 962.536 kasus penyakit kolera di seluruh negara Yaman yang miskin dan hancur akibat perang.
Pada periode yang sama, laporan selanjutnya mencatat, 2.219 kematian terkait kolera telah didokumentasikan di 22 dari 23 provinsi di Yaman.
Jumlah tertinggi kasus yang dicurigai (sekitar 140.000) dilaporkan terjadi di provinsi Al-Hudeidah, Yaman barat, sementara jumlah tertinggi kematian terkait kolera (sekitar 417) dilaporkan terjadi di provinsi Hajjah di barat laut.
Dilansir Anadolu, laporan yang diterbitkan pada Rabu (29/11/2017) tersebut juga menyebut satu-satunya bagian dari negara tersebut yang tetap tidak terpengaruh oleh kolera adalah provinsi Socotra di Yaman, sebuah kepulauan kecil empat pulau di Laut Arab.
Yaman tetap terjerat oleh kekacauan dan kekerasan sejak tahun 2014, ketika pemberontak Houthi menguasai sebagian besar negara tersebut. Konflik meningkat pada tahun 2015 ketika Arab Saudi meluncurkan kampanye udara yang menghancurkan yang bertujuan untuk mengembalikan keuntungan Houthi.
Menurut Komite Internasional Palang Merah, lebih dari 3 juta orang Yaman telah dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka sejak konflik dimulai, sementara lebih dari 20 juta orang membutuhkan bantuan kemanusiaan.





