JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar tidak memakai pemanis buatan sebagai alternatif gula yang baik untuk membantu proses penurunan berat badan.
Pemanis buatan kerap dipakai dalam program diet karena bisa memberikan rasa manis yang setara dengan gula, namun rendah atau tanpa kalori.
Beberapa contoh pemanis buatan adalah acesulfame K, aspartame, erythritol, saccharin, sorbitol, dan xylitol, dan banyak dikemas dalam bentuk gula rendah kalori.
Imbauan WHO dinyatakan setelah meninjau 283 studi mengenai dampak pemanis buatan bagi kesehatan anak, orang dewasa, ibu hamil, hingga populasi umum.
“Penggunaan NSS tidak memberikan manfaat jangka panjang dalam mengurangi lemak tubuh pada orang dewasa atau anak,” jelas WHO, dalam pernyataannya, Selasa (16/5/2023).
Penggunaan pemanis buatan dalam jangka panjang disebut dapat meningkatkan beberapa risiko masalah kesehatan diantaranya peningkatan risiko diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, dan kematian.
Direktur Nutrisi dan Keamanan Pangan WHO, Francesco Branca, juga menegaskan bahwa penggunaan pemanis buatan sebagai pengganti gula tidak memberikan manfaat dalam kontrol berat badan untuk jangka panjang.
Branca lebih menganjurkan masyarakat untuk mengonsumsi gula alami seperti gula dalam buah bila ingin mengonsumsi sesuatu yang manis.




