JEDDAH – Seorang WNI ditemukan terkapar sedang sekarat di parkiran Rumah Sakit Universitas King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.
KJRI Jeddah mengatakan perempuan bernama Halimah Sudin ini ditemukan oleh satpam rumah sakit pada 6 September silam, dan diketahui sebagai perempuan asal Bangkalan, Jawa Timur, dan menderita stroke.
Diduga, Halimah diantar berobat oleh seseorang ke rumah sakit tersebut. Namun karena perawatan Halimah memerlukan biaya yang tak sedikit, akhirnya Halimah ditinggal di parkiran rumah sakit.
“Halimah berstatus ilegal. Dia masuk ke Arab Saudi pada 2006, menggunakan visa umrah dan bekerja secara ilegal. Di Arab Saudi, warga asing yang ilegal tak mendapatkan akses layanan kesehatan,” kata Koordinator Pelindungan WNI KJRI Jeddah Safaat Ghofur, Rabu (26/9/2018).
“Rumah sakit tidak mau menerima warga asing ilegal kecuali ada penjamin yang punya iqamah (kartu izin tinggal). Yang punya iqamah itu nantinya yang harus bertanggung jawab atas biaya rumah sakit,” ujar Safaat.
Pihak rumah sakit semula menuntut KJRI untuk menanggung biaya. Besarannya 20 ribu Riyal atau sekitar Rp76 juta. Namun, staf KJRI melobi pihak berwenang di rumah sakit agar Halimah dibebaskan dari biaya.
Atas pertimbangan kemanusiaan pihak rumah sakit akhirnya menerima permohonan KJRI dengan syarat Halimah segera meninggalkan rumah dalam tempo tiga hari.
Seiring kondisi Halimah yang kian membaik, Tim Pelindungan KJRI mendatangi Pusat Detensi Imigrasi (Tarhil) untuk mengurus exit permit sekaligus menyampaikan permohonan agar Halimah dipulangkan ke Tanah Air.
Namun, pihak Tarhil enggan memenuhi permintaan KJRI untuk menyediakan tiket bagi Halimah meskipun dia berstatus tidak resmi (ilegal). Sebab, dia bukan tahanan Tarhil.
Akhirnya, Safaat mengatakan, sebagaimana dilansir medcom, Halimah bisa pulang ke Tanah Air pada 23 September kemarin dengan menggunakan kursi roda dan didampingi seorang staf KJRI Jeddah.





