ATHENA—Miris nian nasib pengungsi Suriah dan Afrika. Sudah menderita di kampung halaman, perjalanan, dan kamp pengungsian, kini mereka, khususnya remaja, juga harus merasakan penderitaan karena eksploitasi seksual.
Di sudut kota Athena, tepatnya dekat Victoria Square, adalah salah satu pusat transaksi bisnis esek-esek. Di sini, jumlah penjaja seks meningkat drastis seiring gelombang pengungsi dari Afrika dan Timur Tengah yang membanjiri Yunani. Mirisnya, banyak di antara mereka yang terjebak dalam dunia gelap ini adalah para remaja, termasuk lelaki.
Bagaimana mereka bisa terjebak dalam “permainan” ini? Berdasarkan liputan mendalam CNN, biasanya diawali dengan kontak mata antara pengungsi dengan “pelanggan”. Para pria dewasa itu menawarkan makanan, rokok, atau yang lainnya.
Mereka kemudian merangkul remaja itu ke suatu tempat dengan iming-iming tempat tinggal, pakaian, dan uang. “Tentu saja anak-anak ini menginginkan itu, itu ide yang bagus untuk mendapatkan uang secara illegal di Eropa tengah,” ujar pekerja sosial, Tassos Smetopoulos.
Salah satu korban eksploitasi itu adalah Ali (bukan nama sebenarnya). Pria berusia 17 tahun asal Afghanistan ini berharap bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik di Eropa. Ia datang ke Yunani sendirian.
Mendapat iming-iming tempat tinggal layak, Ali justru terjebak dalam dunia prostitusi dan obat-obatan. Ia harus melayani nafsu pelanggannya. Ali bukannya tidak sadar, namun tak banyak yang bisa ia lakukan.
“Aku berkata pada diriku sendiri, ‘melihat diri sendiri, kamu datang ke Eropa, untuk tujuan apa?'” Dia mengatakan. “Aku tidak melakukan ini karena aku menyukainya.”
“Saya tidak punya pilihan,” tukasnya.





