
PARIS—Pemerintah Prancis memperpanjang status darurat selama tiga bulan. Mulanya, status darurat itu akan berakhir pada 26 Juli ini setelah serangan November lalu, namun Presiden François Hollande membatalkan keputusan ini.
“Gaya teroris dalam serangan Nice itu tak terbantahkan,” ujar Hollande dalam sebuah pernyataan, Jumat (15/7/2016) seperti dikutip dari telegraph.
Ia pun menegaskan, semua pihak harus berusaha sekuat tenaga melawan segala bentuk terorisme. “Kita telah melihat kekerasan ekstrem dan jelas kita harus melakukan segalanya untuk memerangi terorisme ini,” tegasnya.
Sedikitnya 77 orang tewas dalam “serangan” truk di Nice, Prancis saat warga merayakan hari nasional atau Bastille Day, Kamis (14/7) kemarin waktu setempat.




