NIGERIA – 1.000 rumah darurat di timur laut Nigeria hancur akibat badai dan hujan lebat yang membuat ribuan orang pengungsi akibat kekerasan Boko Haram semakin menderita.
Sedikitnya 4.300 orang terkena dampak badai dahsyat yang menyapu negara bagian Borno. Data tersebut didapatkan setelah Organisasi Migrasi Internasional (IOM) menilai kondisi di 44 kamp untuk orang-orang yang kehilangan tempat tinggal di negara bagian tersebut.
“Hujan baru saja dimulai dan akan berlangsung selama 3 atau 4 bulan,” ungkap Henry Kwenin, koordinator darurat untuk IOM mengatakan kepada AFP, Minggu (4/6/2017).
“Prioritas nomor satu adalah untuk memperkuat tempat penampungan, membangun sistem drainase yang memadai, dan tempat-tempat yang aman di tempat-tempat dimana orang dapat berkumpul jika terjadi badai hebat,” tambahnya.
IOM juga megungkapkan jika badai datang dengan angin kencang yang merusak struktur genting di Jere, Kaga, Konduga dan Maiduguri, dan menewaskan satu orang.
“Ini dimulai dengan badai pasir yang berlangsung selama satu jam dan diikuti oleh hujan deras yang berlanjut selama dua jam ke depan,” kata seorang penduduk Pompomari, sebuah distrik di Maiduguri.
Wilayah ini telah hancur oleh konflik selama delapan tahun terakhir, dan sebagian besar jalan tidak dapat diakses karena alasan keamanan.
Konflik antara tentara dan jihadis Boko Haram telah menyebabkan lebih dari 20.000 kematian dan menggusur 2,6 juta orang sejak 2009. Beberapa ratus ribu orang telah melarikan diri ke ibu kota wilayah Maiduguri.
Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, 5,2 juta orang dapat membutuhkan bantuan pangan yang menyelamatkan jiwa di tiga negara bagian timur laut dari bulan Juni sampai Agustus.