1 Truk Bantuan Obat dari Rakyat Indonesia Diserahkan ke Kemenkes Gaza

Ilustrasi, Satu truk bantuan obat dari rakyat Indonesia diserahkan ke Kementerian Kesehatan Gaza. -Foto : Dok. Bang Onim

GAZA (KBK) – Sekitar satu truk bantuan obat-obatan dari rakyat Indonesia untuk rakyat Palestina sudah di terima oleh Kementerian Kesehatan Palestina di Jalur Gaza.

Bantuan tersebut disampaikan Abdillah Onim (Bang Onim), warga Indonesia yang berdomisili di Gaza mewakili rakyat Indonesia, Selasa (10/11/2015) dan diterima oleh staf kementerian kesehatan Palestina, di gerbang gudang obat-obatan kementerian Palestina.

Kepada KBK, Bang Onim menyampaikan truk besar tersebut bermuatan bantuan kemanusiaan untuk Palestina terutama obat-obatan seperti cairan infus, alcohol 70% dan Ioudium.

“Bantuan tersebut diberikan sesuai dengan kebutuhan kementerian kesehatan Palestina, sehingga baru saja diserahkan, bantuan tersebut langsung dibagikan ke Rumah Sakit yang tersebar di wilayah Gaza, khususnya di Rumah Sakit pusat rujukan pasien terbesar di Gaza yaitu Rumah Sakit As-Shifa di Gaza City,” jelas Bang Onim.

Bantuan obat-obatan yang diserahkan, kata Bang Onim, merupakan hasil penggalangan dana melalui Bang Onim yang berhasil dikumpulkan senilai Rp160 juta.

“Masih minus, karena yang di butuhkan obat-obatan senilai Rp.600 jutaan, besar harapan mereka agar kita rutin memberikan bantuan obat-obatan karena ikut peduli nasib pasien di Gaza,” tambah Bang Onim.

Pihak Kemenkes Palestina di Gaza, lanjutnya, sangat berterima kasih kepada rakyat Indonesia khususnya kaum muslimin di Indonesia yang selama ini senantiasa memberikan dukungan untuk rakyat Palestina baik moril maupun materil.

Diceritakan Bang Onim, obat-obatan itu sudah diorder 1 minggu sebelumnya ke pihak perusahaan pengadaan obat-obatan di Gaza, di mana mereka harus menunggu antrian obat masuk ke Gaza dari Israel melalui jalur alternatif.

Sudah 42 hari Intifadah 3 berlangsung dan hingga kini kondisi Palestina kian bergejolak, korban dari pihak Palestina terus berjatuhan karena pihak militer Isarel menembak secara membabi buta kepada rakyat Palestina; baik pria, wanita maupun anak-anak.

Di lain pihak, kata Bang Onim, Kementerian Kesehatan Palestina serta Rumah sakit di Gaza terus kekurangan obat-obatan dan stok kian menipis. Blokade Israel membuat jalur masuknya obat-obatan menjadi terhambat.

Saat ini, lanjut Bang Onim, Rakyat Palestina selain membutuhkan bantuan obat-obatan, juga membutuhkan selimut hangat, jaket hangat dan sembako.

Advertisement