JAKARTA-KBK—Setelah hampir 4 bulan dikurung asap akibat kebakaran hutan dan lahan, kini masyarakat di sebagian wilayah Kalimantan dan Sumatera sudah mulai bisa bernafas lega.
Namun, pasca bencana tahunan ini kerugian demi kerugian dirasakan masyarakat yang tinggal didaerah terpapar asap. Salah satu nya adalah anak-anak yang terganggu waktu belajar dan hal lainnya.
Salah satu anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI), Waspodo mengatakan, banyak anak-anak di Kalimantan dan Sumatera yang kehilangan waktu bermain dan belajar akibat asap pekat yang menyelimuti daerah tersebut.
“Berapa kali sekolah meliburkan anak-anak, banyak juga laporan dari masyarakat anaknya marah-marah karena tidak bisa main dengan temannya di luar, KPAI sangat prihatin dan hal ini dampak yang serius,” kata Waspodo di Cikini, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Sampai saat ini, lanjutnya, KPAI masih terus memantau daerah-daerah yang masih terpapar asap. Ia mengatakan sekolah-sekolah sudah mulai banyak yang aktif kembali.
KPAI berharap untuk tahun-tahun selanjutnya pemerintah dapat melakukan pencegahan kebakaran hutan. Karena, jika ini terus terjadi berapa banyak generasi penerus yang terpapar asap akan mengalami gangguan kesehatan.
“KPAI berharap ada langkah preventif dan proaktif dari pemerintah dan Kementrian yang terkait,”pungkasnya





