11 Desa di Blitar Kekeringan, Warga Gelar Shalat Istisqa

Ilustrasi

BLITAR – Sebanyak 11 desa di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, mengalami kekeringan karena kemarau panjang, dan warga melakukan shalat istisqo untuk meminta hujan turun.

Forkopimda Kabupaten Blitar dengan warga melakukan shalat istisqa, yakni shalat meminta hujan di lapangan Kaligambang, Desa/Kecamatan Panggungrejo, Kabupaten Blitar, pada Senin (7/10/2019).

Kegiatan tersebut diikuti semua warga. Mereka dengan khusyuk mengikuti shalat di lapangan terbuka itu berharap hujan segera turun.

“Harapan kami agar kondisi kemarau dapat teratasi. Dan hari ini setelah shalat, juga ada dropping air bersih hasil sumbangan berbagai organisasi sosial kemasyarakatan,” kata Bupati Blitar Rijanto, dikutip Antara.

Bupati juga menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen untuk membantu masyarakat yang kekurangan air bersih. Selain itu, partisipasi masyarakat juga tinggi dengan memberikan bantuan air bersih untuk warga yang kekurangan.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi awal musim hujan di Provinsi Jatim paling cepat akan terjadi awal Oktober.

Kepala Meteorologi Kelas I Juanda, Surabaya Bambang Hargiyono mengatakan, sifat hujan tersebut masih lokal atau hanya turun di daerah tertentu seperti Lumajang, Malang, Banyuwangi, Tuban, dan Lamongan dengan curah hujan rendah, hanya rintik-rintik.

Untuk November hujan di Jawa Timur diprediksi akan merata dan puncak musim hujan dimulai Desember 2019 sampai Februari 2020. Untuk itu, dirinya meminta warga mewaspadai saat puncak musim hujan, dimana diprediksi akan terjadi angin kencang.

Advertisement