JAKARTA, KBKNEWS.id – Kapal tradisional yang membawa sejumlah warga negara Indonesia (WNI) mengalami kecelakaan di perairan Barat Pulau Pangkor, Perak, Malaysia, pada Senin (11/5).
Insiden tersebut terjadi saat kapal diduga mengangkut warga asing yang hendak memasuki wilayah Malaysia untuk bekerja.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama KBRI Kuala Lumpur kini terus memantau penanganan kecelakaan tersebut.
Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu, Heni Hamidah, mengatakan otoritas Malaysia telah melakukan proses penyelamatan terhadap para penumpang.
“Berdasarkan informasi dari otoritas Malaysia, kapal tradisional tersebut mengalami kecelakaan saat membawa sejumlah warga asing yang diduga akan memasuki wilayah Malaysia untuk tujuan bekerja,” kata Heni, Selasa (12/5), dilansir Antara.
Otoritas SAR dan Polis Maritim Malaysia berhasil menyelamatkan 23 WNI yang terdiri dari 16 laki-laki dan tujuh perempuan dengan usia antara 21 hingga 48 tahun. Seluruh korban selamat telah dibawa ke Markas Operasi Pasukan Polis Marin Kampung Acheh, Perak, untuk penanganan lebih lanjut.
Di sisi lain, operasi pencarian masih dilakukan terhadap penumpang lain yang diduga hilang. Berdasarkan informasi sementara, sekitar 14 orang masih dalam pencarian oleh pihak berwenang Malaysia.
KBRI Kuala Lumpur juga telah berkoordinasi dengan Polis Maritim Malaysia terkait penanganan para korban.
Selain itu, KBRI akan memberikan fasilitasi kekonsuleran dan dokumen perjalanan bagi para WNI sesuai kebutuhan.





