JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan adanya potensi gerakan tanah tinggi di 11 provinsi di Indonesia.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko longsor, banjir bandang, hingga aliran bahan rombakan, terutama saat hujan deras atau berlangsung dalam waktu lama.
Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Aceh, Bengkulu, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Papua Barat Daya, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.
“Wilayah-wilayah tersebut agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya gerakan tanah dan banjir bandang, aliran bahan rombakan, terutama pada saat terjadi hujan deras atau hujan yang berlangsung dalam waktu lama,” ujar Lana dalam keterangan resmi, Selasa (22/9/2026).
Menurut Lana, pemetaan potensi gerakan tanah tersebut diperoleh melalui penggabungan atau overlay peta zona kerentanan tanah yang dikeluarkan Badan Geologi dengan prakiraan curah hujan bulanan dari BMKG.
Ia menjelaskan, peta tersebut masih bersifat regional dan informasi potensi gerakan tanah baru tersedia hingga tingkat kecamatan. Meski demikian, data tersebut dapat menjadi langkah awal mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman bencana.
Lana mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas di bawah atau pada lereng curam serta tidak melakukan pemotongan lereng secara terlalu tegak. Peta potensi gerakan tanah juga dapat berubah setiap bulan karena bergantung pada prakiraan curah hujan.





