JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa meresmikan dimulainya pembangunan hunian sementara (huntara) serta renovasi sarana pendidikan di wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan ini ditandai dengan pelaksanaan peletakan batu pertama bersama jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.
Pembangunan rumah sementara tersebut dipusatkan di Desa Tonggurambang, Dusun Perebunga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Rabu (23/9/2026). Program ini dihadirkan guna menyediakan tempat tinggal yang layak dan aman bagi warga terdampak bencana yang kehilangan tempat berteduh.
Selain penyediaan tempat tinggal, Dompet Dhuafa juga menyasar fasilitas publik melalui agenda perbaikan gedung pendidikan di SDN Waturedu yang berlokasi di Kelurahan Danga, Kecamatan Aesesa. Renovasi ini diprioritaskan untuk mengembalikan fungsi infrastruktur belajar yang sebelumnya mengalami kerusakan.
Wakil Ketua Yayasan Dompet Dhuafa Herdiansah menyampaikan bahwa seluruh tahapan awal berjalan lancar berkat dukungan penuh dari warga dan pemerintah daerah. “Masyarakat sangat antusias, bupati mendukung, insyaallah dan mudah-mudahan dalam waktu satu bulan ini akan selesai,” ujarnya di sela-sela peresmian.
Pihaknya menambahkan bahwa peletakan batu pertama renovasi sekolah memiliki urgensi mendesak demi memulihkan kegiatan belajar mengajar secara optimal. “Yang kedua, kita juga meletakkan batu pertama untuk renovasi sekolah di Waturedu,” ujar Herdiansah.
Kondisi para siswa yang saat ini harus belajar di bawah tenda darurat menjadi dorongan utama percepatan renovasi gedung sekolah. “Mudah-mudahan anak-anak yang hari ini masih bersekolah di tenda-tenda darurat bisa segera kembali ke gedung dengan baik, nyaman, dan bersahaja,” katanya.
Pemerintah daerah dan aparatur desa yang hadir menyambut hangat inisiatif kemanusiaan ini, mengingat kebutuhan mendesak masyarakat akan hunian aman serta fasilitas pendidikan yang representatif paska musibah. Kolaborasi gotong royong antara relawan dan warga setempat diharapkan dapat mempercepat proses konstruksi di kedua titik tersebut.
Mengakhiri pernyataannya, Herdiansah meminta doa dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar proyek kemanusiaan ini dapat terselesaikan tepat waktu tanpa kendala. “Terima kasih, mohon doanya,” tutupnya.





