11 Tahun Alami Lumpuh, Bapak ini Mengaku Tak Betah Tinggal di Pengungsian Gunung Agung

Ilustrasi Pengungsian warga sekitar gunung agung/ Okezone

BALI – Nengah Minggu, salah satu pengungsi asal Desa Ban, Kecamatan Kubu Karangasem, ikut mengungsi di pokso Pengungsian di Desa Les, Kecamatan Tejakula dan merasa tak betah dengan kondisinyan yang lumpuh dan tak dapat berjalan.

Dia tinggal di pengungsian bersama istrinya Luh Merta dan anaknya Ketut Budiarta. Dia mengaku tidak betah karena udaranya panas sekali dan tidak bisa tidur sama sekali.

Untuk itu, dirinya berkeinginan jika diizinkan agar difasilitasi untuk pindah lokasi pengungsian. Rencananya, dia ingin tinggal bersama anaknya yang bekerja di Kabupaten Gianyar.

“Maunya tinggal bersama anak di Gianyar, sehingga situasinya lebih nyaman karena saya tidak bisa jalan sama sekali,” jelasnya, dilansir Balipost.

Dia sudah mengalami lumpuh selama 11 tahun setelah terjatuh dari pohon ental yang dipanjatnya.

Selama 11 tahun juga semua kebutuhan hidupnya dibantu istrinya, termasuk mencari nafkah, dimana istrinya bekerja membuat perlengkapan sarana upakara banten atau ada warga yang mencari untuk buruh serabutan.

Advertisement