
SELAIN penanganan pasien di rumah-rumah sakit rujukan, program isolasi bagi orang terinfeksi dan juga soialisasi protokol kesehatan, vaksin tetap menjadi tumpuan harapan dalam perang melawan Covid-19.
Pemerintah RI saat ini sudah menyiapkan 100 juta dosis vaksin buatan perusahaan Astra-Zeneca (AZ) yang pembuatannya berkolaborasi dengan Oxford University, Inggeris.
Menko Bidang Perekonomian, juga Ketua Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Erlangga Hartarto menyebutkan, pada tahap awal, AZ akan memasok 50 juta dari total 100 juta dosis vaksin yang dipesan RI.
Guna menciptakan herd immunity (kekebalan massal), dua pertiga atau 170 juta dari total 270 juta penduduk RI harus diberi vaksin Covid-19, sehingga untuk program vaksinasi bertahap sampai 2022 (satu orang dua kali suntikan), diperlukan 320 juta dosis vaksin.
Selain vaksin AZ yang diharapkan bisa diproduksi awal 2021, kebutuhan vaksin bakal dipasok dari vaksin Sinovac, China bekerja sama dengan PT Biofarma, vaksin G-42 buatan Sinopharm, China bersama Uni Emirat Arab dan vaksin “Merah-Putih” produksi Lembaga Eijkman.
Jika ketiga bakal vaksin sudah pada tahap ke-3 uji klinis melibatkan ribuan relawan, bakal vaksin Lembaga Eijkman baru pada tahap skala laboratorium dan diharapkan memasuki tahapan uji praklinis, selanjutnya uji klinis pada 2021.
Ironisnya, hasil survei daring Laporcovid19 baru-baru ini mencerminkan rendahnya penerimaan responden terhadap vaksin Covid-19. Dari 2.109 responden, mayoritas sarjana dan S-2 (67 persen), hanya sepertiganya (31 persen) yang bersedia menerima vaksin Sinovac-Biofarma, dan 44 persen yang bersedia menerima vaksin Merah-Putih.
Rendahnya pemahaman dan juga keyakinan masyarakat terkait evikasi atau kemanjuran vaksin untuk melindungi diri dari Covid-19 serta kekhawatiran adanya efek samping agaknya melatarbelakangi hasil survei sehingga perlu dilakukan edukasi lebih intensif lagi.
Penyebaran Covid-19 di Indonesia sejauh ini masih relatif tinggi, apalagi di tengah masa kampanye pilkada serentak 9 Desember nanti yang menciptakan kerumunan massa dan maraknya aksi-aksi demo terkait penolakan UU Cipta Karya yang digelar di berbagai kota.
Sampai Rabu, 14 Okt., tercatat 344.749 kasus positif Covid-19 di Indonesia, 12.156 orang meninggal dan 267.851 dinyatakan sembuh, sementara di seluruh dunia tercatat 38.086.878 kasus, 1.090.101 orang meninggal dan 28.833.268 sembuh.
Vaksin memang penting, namun tidak selayaknya berharap terlalu berlebihan, karena penanganan pasien, program isolasi bagi orang dengan atau tanpa gejala serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan tetap mutlak harus dijalani.
Ingat! Perang mlawan Covid-19 belum selesai.




