AKBP Netty Rosdiana Minta Berhenti Karena Panggilan Hati

AKBP Netty Rosdiana mengajukan berhenti dari Kapolri dengan alasan panggilan hati. Jajaran Polri hendaknya mengorek keterangan apa yang terjadi sesungguhnya untuk bebenah diri. (foto: Tabloid Senayan)

AKBP Netty Rosdiana buka suara mengenai kabar pengunduran dirinya dari institusi Polri yang diunggah  di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahannya seperti ditulis CNNI (2/11) , Netty mengatakan permohonan pengunduran dirinya sudah terhitung sejak 1 September dan ia mengaku hal itu dilakukannya tanpa ada paksaan.

“Permohonan ini saya ajukan setelah melalui pertimbangan matang dan dengan kesadaran serta kemauan saya sendiri. Keputusan ini bukan karena adanya paksaan atau tekanan dari pihak mana pun, melainkan atas pertimbangan pribadi dan keadaan yang menurut saya mengharuskan saya untuk mengakhiri masa pengabdian saya sebagai anggota Kepolisian Negara RI,” kata Netty dalam unggahannya, dikutip Senin (1/11).

Masih dalam unggahannya itu, Netty menyampaikan dirinya telah mendapat banyak pengalaman dan pembelajaran selama berdinas di institusi Polri.

“Selama menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai anggota Polri, saya telah memperoleh banyak pengalaman, pembelajaran, serta kesempatan dalam memberikan pengabdian baik kepada institusi maupun kepada masyarakat,” ujarnya.

Saat dihubungi, Netty dengan jabatan terakhirnya sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Ditreskrimum Polda Metro Jaya, mengungkapkan permohonan pengunduran dirinya dari korps Bhayangkara yang telah diajukan sejak 20 Agustus lalu.

“Saya masukin tanggal 20 (Agustus), kemudian karena memang masih ada kegiatan-kegiatan lain, akhirnya terhitung 1 September, pas waktu yang (saya anggap) tepat. Tapi permohonan itu sudah masuk.Di suratnya tertera tanggal 20 Agustus,” ujarnya.

Sesuai nurani
Kendati demikian, Netty tak membeberkan secara gamblang ihwal alasan pengunduran dirinya dari Polri. Ia hanya mengatakan ingin mengambil jalan yang sesuai dengan hati nurani.

“Ketika ada hal-hal yang tidak lagi sejalan dengan prinsip yang saya yakini, saya memilih untuk mengambil jalan yang menurut saya lebih sesuai dengan hati nurani,” ucap dia.

Ke depannya, Netty mengungkapkan dirinya ingin lebih banyak terlibat langsung dalam kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat.

Selain itu, dia juga berencana mengembangkan kiprahnya di dunia pendidikan dengan berbagi ilmu dan pengalaman di sejumlah kampus.

“Ke depan, saya ingin mengabdikan diri melalui dunia akademik, berbagi ilmu dan pengalaman di kampus, sekaligus memperluas kegiatan sosial agar kehadiran saya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutur dia.

Netty pada bagian lain mengaku tidak menyesal mengambil langkah untuk mengundurkan diri dari Polri. Ia menilai berbagai tugas dan pengalaman yang diperoleh telah menjadi bagian dari pengabdian yang ia lakukan selama ini.

“Saya tidak menganggap pengunduran diri sebagai akhir dari pengabdian. Justru, ini adalah awal dari perjalanan baru,” ujarnya.

Komentar Connie

Pengunduran diri juga direspons antara lain oleh Pengamat Militer dan Hubungan Int’l Connie Rahakaundini. Connie memberi ujian dan pengormatan serta dedikasi Netty dan menyebutnya sebagai perempuan yang memegang teguh prinsip.

Sejumlah pemerhati hukum dan kepolisian juga memberikan dukungan moral bagi Netty. Mereka menilai, keputusan melepaskan jabatan perwira menengah ke jenjang selanjutnya demi menjaga hati nurani sebagai sikap yang langka dalam suatu institusi di negeri ini.

Sedangkan sejumlah tokoh publik dan warganet menyebutkan, Netty berani meninggalkan jabatan dan seragam demi mempertahankan prinsip moral serta kebenaran , alih-alih bertahan di situasi atau tataran yang ia nilai tidak sejalan dengan hati nuraninya.

Sebaliknya, sejauh ini belum tanggapan resmi dari jajaran pimpinan Polri mau pun Polda Metro Jaya terkait alasan spesifik di balik pengunduran dirinya.

Lazimnya, pengunduran diri seorang pamen Polri biasanya melalui mekanisme Sidang Dewan Kebijakan Jabatan (Wanjak) sebelum diterbitkan keputusan resmi.

Jika ingin serius bebenah diri, tentu pengunduran diri Netty merupakan peluang emas yang bisa dimanfaatkan oleh jajaran Polri untuk mengorek keterangan darinya.

Suka-tidak suka, masih ada publik yang mempersepsikan perilaku korup, lalai, kurang tanggap dan mengayomi yang ditunjukkan oleh oknum-oknum polisi yang merusak citra korps Bhayangkara tersebut.

Ayo bebenah, pasti rakyat mendukungmu! (CNNI/ns)

 

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here