TRENGGALEK – 12 desa dari tiga kecamatan, yaitu, Kecamatan Gandusari, Kampak dan Pogalan di Trenggalek, Jawa Timur terendam banjir akibat hujan yang tidak berhenti semalaman.
Menurut keterangan Camat Gandusari Joko Susanto, untuk wilayah Kecamatan Gandusari, ada tujuh desa yang terdampak banjir. Dari seluruh desa yang terdampak tersebut hampir semua rumah kemasukan air hingga setinggi 60 sentimeter. Bahkan, beberapa rumah terendam hingga ketinggian leher orang dewasa.
“Tadi pagi sekitar pukul 03.00 WIB mulai air naik masih setinggi mata kaki. Air terus naik hingga kini mencapai tinggi perut,” kata Camat di lokasi, Rabu (17/8/2016).
Sementara itu di Kecamatan Gandusari, Desa yang terendam banjir antara lain, Desa Gandusari, Ngrayung, Sukorejo, Wonorejo, Widoro, dan Desa Karanganyar. Sedangkan di Kecamatan Kampak, antara lain Bogoran, Senden, Sugihan dan Bendoagung. Untuk Kecamatan Pogalan di Desa Wonocoyo.
Saat ini Tim BPBD, Kepolisian, dan Tim SAR melakukan penyisiran lokasi yang terdampak banjir. Petugas menjangkau para warga menggunakan perahu karet. Banjir juga telah membuat satu orang warga dikabarkan meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan rumah.
Menurut juru bicara Polres Trenggalek Adit Suparno, korban jiwa akibat banjir berasal dari Dusun Tenggong, Desa Senden, Kecamatan Kampak. Korban meninggal dunia akibat bangunan rumahnya roboh.
“Kami menghubungi BPBD, Basarnas, untuk meminta bantuan karena banyak warga yang terjebak banjir. Dan informasinya ada satu rumah yang roboh menimpa penghuninya,” katanya, dikutip dari Beritajatim.
Sejumlah warga yang terjebak banjir tinggal di sekitar bantaran Sungai Tawing. Debet air sungai ini terus meningkat sejak pagi hari tadi. Sumber mata air sungai ini berasal dari wilayah Kecamatan Kampak dan melintasi sejumlah desa.





