MEUREUDU – Sekitar 12 rumah rusak berat di Gamping Deah Pangwa, Kecamatan Trienggadeng karena angin puting beliung yang melanda Pidie Jaya, Jumat (24/3/2017).
Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, menempatkan korban bencana di dua tenda darurat.
Keuchik Deah Pangwa, Munawir menceritakan, musibah terjadi sekitar pukul 19.20 WIB. Angin puting beliung tersebut menghantam bersamaan dengan hujan deras.
Ke-12 rumah yang rusak akibat puting beliung itu masing-masing milik Armia Ali, Tarmizi Manyak, Abdul Aris, Puteh Gade, A Hamid Salam, M Nur Daud, Samsul Majid, Nuraini Yahya, Arahman Udep,
Idrus, M Nasir Ruddin, dan Fazli Risyat. Kerusakan parah terjadi pada bagian kerangka atap hingga dinding.
Beberapa warga Deah Pangwa mengisahkan kronologis peristiwa memilukan itu. Awalnya, hanya guyuran hujan deras tetapi tiba-tiba muncul angin kencang. Tak lama berselang, sejumlah rumah
kontruksi semi permanen, rumah panggung, dan senisnya mengalami kerusakan hebat. Atap dan bagian atas bangunan berterbangan. Jerit ketakutan membahana di kegelapan itu.
Di tengah kepanikan, warga yang rumahnya rusak maupun luput dari musibah berhamburan ke luar. Pihak BPBD yang menerima laporan kejadian secepatnya memobilisasi peralatan darurat ke lokasi bencana. Selanjutnya dua tenda besar didirikan. Penanganan pascabencana dikomando langsung oleh Wabup Pidie Jaya, H Said Mulyadi.
Dilaporkan Serambi Indonesia, data sementara hingga Sabtu (25/3/2017), bantuan yang sudah mengalir untuk korban puting beliung bersumber dari Polres Pidie disalurkan Kabag Ops Kompol Apriadi didampingi Kasatpol Airud Iptu Jamiat serta Kapolsek Trienggadeng Iptu Mulyadi SH MH.
Juga ada bantuan dari Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam (PSKBA) Dinsos Pidie Jaya.





