JOMBANG – Muhamad Bilal (12), putra dari pasangan Budi Priyo Hartoyo (52) dan Khayati (48), mengidap Hidrosefalus sejak lahir dan kepalanya terus membesar hingga tiga kali ukuran kepala orang dewasa.
Sementara kepalanya membesar, tubuh Bilal mengecil dan hanya kulit yang membungkus tulang. Maka tidak heran, untuk sekedar merangkak saja, Bilal kesulitan.
Sehari-hari, putra pasangan Budi Priyo dan Khayati ini hanya terbaring lemah di ranjang. Untuk mandi, Bilal digendong oleh orang tuanya. Begitu juga ketika Bilal makan, orangtuanya harus menyuapi hingga kenyang. Namun ia masih bisa berbicara dengan normal dan fasih menghapal doa.
Khayati mengatakan, sejak lahir anak kandungnya itu sudah ada tanda-tanda Hidrosefalus. Ketika pertama menghirup udara, kepala Bilal sudah membesar. Sejak itu pula, Khayati dan suaminya keluar masuk rumah sakit untuk mengobatkan sang anak.
Khayati masih ingat, ada keanehan saat kandungannya berusia tujuh bulan. Perut Khayati seperti berisi bola besar. “Ternyata saat lahir kepala Bilal sudah membesar. Berdasarkan pemeriksaan dokter, saya mengetahui kalau dia terkena Hidrosefalus,” ujar Khayati, dilansir Beritajatim.
Budi Priyo mengatakan hal senada. Setelah ada keganjilan di kepala sang anak. Dirinya membawa anaknya ke rumah sakit. Namun dokter tidak berani mengoperasi guna mengeluarkan cairan yang bersarang di kepala Bilal. Alasannya, batok kepala anak tersebut masih lembek.
Namun demikian, Budi tak patah arang. Ketika rumah sakit di Kota Santri angkat tangan, dia membawa anaknya ke Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya. Akan tetapi jawaban serupa yang ia terima. Hingga akhirmya pengobatan yang dilakukan keluarga asal Desa Bedahlawak ini menggelinding ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta.
Dengan segala upayanya, ia kembalikan kepada yang di atas. “Saya kembalikan kepada Allah. Karena anak merupakan titipan dari Allah,” katanya Budi dengan mata berkaca-kaca.





