
LONJAKAN angka penyebaran Covid-19 tiga pekan pasca Idul Fitri 1442 H terjadi di sejumlah provinsi tujuan mudik utama di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.
Hal itu tercermin dari tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di ruang rawat intensif sejumlah RS di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi yang meningkat tajam.
Di Rokan Hulu (Riau), Bantaeng (Sulawesi Selatan) dan Kotawaringin Timur (Kalimantan Tengah) bahkan dikabarkan unit perawatan intensif (ICU) sudah terisi penuh.
Jawa Tengah menempati provinsi dengan kasus penyebaran Covid-19 tertinggi tiga pekan pasca Lebaran dengan  peningkatan dari 2.658 kasus sepekan sebelum Lebaran sebanyak 3.444.
Provinsi Kepulauan Riau menyusul dengan tambahan 974 kasus, lalu Aceh 681 kasus, NTB 566 kasus dan DI Yogyakarta dengan 334 kasus.
Pergerakan mobilitas warga Jateng (rata-rata selisih pergerakan warga dari H-7 hingga H+14 lebaran dengan tiga pekan sebelum lebaran) , menurut laporan Mobilitas Geogle, melonjak 20,3 persen di obyek wisata, 24,5 persen di pasar dan 41,3 persen di taman.
Bahkan Kab. Kudus, menurut data Satgas Coid-19 pada 30 Mei  lalu menjadi titik penularan tertinggi di Peovinsi Jateng dengan kenaikan sampai 3.473 persen persen dari 26 kasus sepekan menjadi 929 kasus.
Sejumlah pasien yang memadati lobi dan lorong RSUD Hadi dan antrian jenasah di ruang pemusalaraan RSUD Lukmono Hadi Kudus beberapa waktu lalu , ditambah dengan terpaparnya lebih 300 nakes mencerminkan tingginya lonjakan Covid di sana.
Hingga Minggu (6/6) pukul 12.00 . mneurut data Pemprov Jateng, tercatat 209.305 kasus kumulatif  positif Covid-19 atau berarti ada 1.109 kasus positif dalam 24 jam terakhir.
Lonjakan Covid-19 juga terjadi di Kab. Klaten dengan penambahan kasus baru 107 orang Sabtu lalu (6/6), padahal sehari sebelumnya hanya 25 orang dan dua hari sebelumnya 27 orang.
Penambahan kasus akibat mobilitas warga secara internal terjadi di Aceh selama libur lebaran yakni di obyek-obyek wisata (16,3 persen) , pasar (15 persen) dan taman (35,5 persen).
Di Jatim Juga  Â
Sedangkan di Jatim yang juga menjadi salah satu provinsi tujuan mudik utama, Â terjadi kenaikan kasus Covid-19 sebanyak 92 kasus antara sepekan sebelum lebaran dan tiga pekan setelah lebaran.
Di Kab. Bangkalan, Madura, penyebaran Covid-19 didominasi kluster nakes, sedangkan di Lamongan bermula dari seorang warga terpapar yang sebelumnya bepergian ke Bojonegoro dan Sidoarjo.
Pertambahan penyebaran harian Covid-19 yang sempat melonjak sampai 14.518 kasus (30/1) dan rata-rata di atas 10.000 kasus sampai akhir Februari, trennya mulai turun sejak pertengahan Maret, bahkan paling rendah pada 15 Mei dengan 2.385 kasus.
Namun, mulai sepekan pasca lebaran, angka pertambahan harian mulai merambat naik lagi menjadi antara 5.000 sampai di atas 6.000 kasus per hari.
Sementara Menkes Inggeris, Matt Hancock seperti dikutip Sky News (6/6) mengingatkan, varian Delta (sebelumnya dinamai B1.617 atau varian India) yang kini menyebar di banyak negara, lebih mudah menular ketimbang varian Alpha (B.117 asal Inggeris).
Sebelumnya varian Alpha membuat Inggeris melakukan pembatasan sosial sejak Januari lalu, dan kini menyebarnya varian Delta dikhawatirkan akan menunda pencabutannya yang semula dijadualkan pada 21 Juni.
Mutasi virus corona dengan varian-varian baru masih terus berlangsung, sehingga tidak ada alasan untuk mengendurkan kepatuhan pada prokes kesehatan.




