
JAKARTA – KBKNEWS – BADAN Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari sejumlah beberapa perguruan tinggi di Jabodetabek berencana turun ke jalan untuk menggelar aksi unjuk rasa, Jumat (11/6).
Ketua BEM UI, Anandaku Dimas Rumi seperti dilansir CNNI, Kamis (116) memastikan seluruh BEM fakultas kampusnya akan turun dalam aksi. Sejumlah BEM lainnya seperti BEM IPB, Pancasila, hingga BEM Universitas Gunadharma
Menurut Dimas, aksi rencananya akan digelar di kawasan Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, mulai pukul 10.00 WIB.
“Beberapa organisasi dan simpul pergerakan yang ikut konsolidasi nasional di Kampus Ul kemarin masih akan memastikan kehadiran dan estimasi massa yang ikut di rapat malam ini,” ujar Dimas saat dihubungi, Kamis (11/6).
Dalam aksi, Jumat besok, menurut Dimas, mahasiswa akan membawa lima tuntutan utama. Pertama, meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN. Kedua, turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
Ketiga, hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Keempat, hentikan militerisme sipil, dan kelima, menuntut Presiden Prabowo Subianto berhenti mengelak dan mengakui kesalahan pemerintah.
Saat ini, kata Dimas, pihaknya masih melakukan sejumlah persiapan terutama terkait pendalaman lewat sejumlah diskusi.
“Apakah ini akan menjadi Reformasi Jilid 2 atau enggak, sekiranya mungkin, ini bisa jadi pemikiran kita bersama ya, ” tuturnya. Dimas juga mempertanyakan, apakah pemerintah dalam kondisi saat ini masih merasa layak merepresentasikan (aspirasi-red) rakyat?,” ujarnya.
BEM SI mengancam akan menggelar demo Reformasi Jilid II jika pemerintah gagal memenuhi tuntutan untuk memperbaiki ekonomi Indonesia dalam 18 hari.
Sementara itu Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra mengajak mengajak semua pihak untuk saling menjaga dan bersatu.
“Yang penting kita semua harus menjaga ya, persatuan kesatuan,” ujar Herindra, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6) seraya menambahkan: “Jangan sampai ada hal yang tidak menguntungkan bagi kita semua ya,” sambung dia.
Sebelumnya mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI mendorong pemerintah mengatasi pelemahan nilai tukar rupiah.
Mahasiswa memberi tenggat 18 hari kepada pemerintah untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Demo Reformasi Jilid II
Sementara itu, mahasiswa juga mempertimbangkan menggelar demonstrasi besar-besaranbertajuk Reformasi Jilid II bila tuntutan tidak dipenuhi.
Jumat (5/6) pekan lalu, BEM SI menggelar aksi bertajuk “Rupiah Sekarat, Rakyat Melarat” di depan kantor perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah.
Ketua BEM UNS, Kailani Rizqi Pratama, mengatakan tenggat waktu tersebut diberikan sebagai bentuk tuntutan kepada pemerintah agar segera mengambil langkah konkret dalam memperbaiki kondisi ekonomi.
Menurut catatan, kenaikan harga BBM non-subsidi, Rabu (10/6) seperti jenis Pertamax dari Rp 12.300 ke Rp16.250 per liter sangat membebani warga kelas menengah yang menjadi tulang punggung pembayar pajak.
Jubir Kementerian ESDM sendiri menyebutkan, kenaikan harga Pertamax tak lepas dari gejolak kondisi politik global yang membuat harga minyak bergerak sangat fluktuatif.
Tren terus anjloknya nilai tukar rupiah yang sempat terpuruk sampai Rp18.200/dollar AS, Selasa lalu (9/6) juga membuat harga-harga barang impor atau yang berkomponen impor ikut melonjak.
Kondisi ekonomi Indonesia memang sedang sulit, perlu trasparansi, keseriusan pihak yang berwenang untuk menanggulanginya dan juga kejujuran menyampaikannya pada rakyat. (ns)




