PON XX: Gangguan Keamanan Harus Diantisipasi

Aparat keamanan harus cermat dan terus mengantisipasi kemungkinan dimanfaatkannya ajang PON XX yang digelar di Papua 2 sampai 15 Oktober oleh KKB untuk melancarkan aksi teror atau aksi bersenjata.

PEMERINTAH menilai kondisi Papua cukup kondusif bagi PON XX yang akan digelar di Jayapura dan tiga kabupaten, 2 – 15 Oktober, namun kehati-hatian dan kecermatan diperlukan di tengah aksi-aksi penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menelan sejumlah korban jiwa.

“Langkah-langkah antisipasi akan dilakukan aparat terhadap potensi hal-hal yang tak diinginkan seperti ancaman bersenjata atau teror, infiltrasi dan penyebaran berita hoaks “, kata Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewa Broto usai mengikuti Rakor dengan Menko Polhukam  di Jakarta, Jumat (3/9).

Sejauh ini, suasana helat perlombaan olahraga empat tahunan itu sudah terasa di kota Jayapura, tercermin dari pemasangan umbul-umbul atau spanduk PON di sejumlah venu seperti di GOR Waringin dan GOR  Cenderawasih.

Vaksinasi juga digalakkan di Papua karena hanya yang sudah divaksin dua kali yang bisa memasuki arena olah raga, namun sejauh ini detil prokes belum diatur secara rinci, baik bagi atlit, official dan unsur-unsur panitia mau pun penonton selama PON.

Ancaman penyebaran Covid-19 di tengah helat akbar PON termasuk dari serangan varian baru virus SARS-CoV2 juga tidak kalah berbahaya dari kemungkinan serangan oleh KKB.

Sekitar 6.000 lebih atlit dan seluruhnya 21. 400 orang bakal terlibat di PON XX nanti yang akan mempertandingkan 37 cabang olahraga, 56 disiplin olahraga dan 679 nomor pertandingan di Kota Jayapura,  Kab.Jayapura, Mimika dan Merauke.

Yang perlu diantisipasi terutama oleh aparat intelijen, teritorial dan segenap unsur-unsur TNI dan Polri adalah kemungkinan dimanfaatkannya even tersebut oleh KKB untuk melakukan aksi-aksi kekerasan.

Paling tidak terjadi 27 kali penyerangan oleh KKB antara Januari dan  September 2021 di Intan Jaya, Yahukimo,  Pegunungan Bintang dan Puncak.  Empat prajuit TNI gugur dalam serangan di Pos Koramil Kisor, Aifat Selatan, Kab. Maybat, Papua Barat  (2/9) lalu

Di tengah euforia helat olahraga dan kerumunan massa, bakal lebih sulit bagi aparat keamanan untuk mengawasi KKB yang menyelinap, untuk menebar teror, apalagi jika memang sudah dirancang atau diniatkan jauh-jauh hari sebelumnya.

Waspada dan waspada!

 

 

 

 

Advertisement