LAMPUNG – 14 Desa di Kecamatan Mesuji Timur, Provinsi Lampung terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 1 meter pada Minggu (26/11/2017).
Akibatnya, lebih dari 1.000 rumah warga, ribuan hektare (ha) sawah dan peladangan warga terendam banjir.
Hingga kini masing-masing desa masih mendata para korban, Banjir juga merendam banyak fasilitas umum seperti mushola, sekolah, puskesmas dan kantor desa bahkan perumahan bantuan Pemkab Mesuji bagi warga tidak mampu.
Banjir yang melanda wilayah itu diduga terjadi akibat curah hujan yang cukup tinggi selama empat jam, pendangkalan Sungai Mesuji serta maraknya aktivitas penebangan liar di kawasan Register 45.
Menurut warga, sejauh ini BPBD dan BPLHD dan Camat Mesuji Timur baru melakukan sebatas pengecekan ke beberapa desa.
Hingga kini belum ada bantuan dari pemkab setempat bagi warga korban banjir, kata salah seorang warga Desa Sungai Cambai.
Sementara itu, Camat Mesuji Timur, Tarbin saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya bersama tim telah melakukan pengecekan ke desa-desa yang terendam banjir seperti Desa Sungai Cambai dan Desa Talang Batu.
“Sejauh ini kami telah berupaya untuk melihat ke desa-desa yang terendam banjir,” katanya, pada Antara.
Di tempat terpisah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Lampung, Rudi Harianto saat dikonfirmasi mengatakan, hujan deras di Lampung masih akan terjadi hingga April 2018.
Intensitas hujan paling tinggi diprediksi terjadi pada Desember 2017 hingga Januari 2018, oleh karena itu masyarakat diminta waspada.





