NEW YORK (KBK) – Musim kering berkepanjangan di Afrika Selatan, membuat kawasan ini gagal panen di tahun lalu. Akibatnya di tahun ini, 14 juta warga terancam kelaparan.
Demikian disampaikan Juru Bicara Badan PBB dari Program Pangan Dunia (WFP), Farhan Haq di Gedung PBB, Senin (18/1/2016).
Farhan menjelaskan, pengaruh pergantian musim, El Nino membuat tanah-tanah di Afrika Selatan mengalami kekeringan parah.
“Jumlah orang yang tidak memiliki makanan terus meningkat secara signifikan. Selama beberapa bulan mendatang kawasan ini bergerak masuk ke musim paceklik, karena kegagalan panen April tahun lalu, sehingga stok makanan dan simpanan uang tunai semakin habis,” kata Haq.
Menurut WFP, negara-negara yang paling parah terkena hantaman kemiskinan sejak tahun lalu adalah Malawi, Madagaskar dan Zimbabwe. Sementara Kota Lesotho telah menyatakan keadaan darurat kekeringan bulan lalu dan sepertiga dari jumlah penduduk di kota itu sudah tidak memiliki cukup makanan.
“Di tempat lain yang juga mengkhawatirkan adalah situasi di Angola, Mozambik dan Swaziland,” ungkap Haq.
Seperti dilaporkan Kantor Berita Xinhua, Selasa (19/1/2016), fenomena kekeringan, El Nino, telah menghilangkan curah hujan dari Afrika Selatan, sejak tahun lalu. Kondisi ini mematikan tanaman dan mengganggu produksi air. Afrika Selatan, yang sebelumnya adalah kawasan eksportir gandum, kini harus mengimpor 5-6.000.000 ton jagung karena kekeringan yang parah.





