NAIROBI – Dunia penerbangan kembali berduka, sebuah jet penumpang Ethiopian Airlines pada hari Minggu jatuh dalam perjalanan ke Nairobi dari Addis Ababa, menewaskan semua 157 orang di dalamnya.
Belum jelas apa yang menyebabkan jatuhnya jet model Boeing 737 MAX 8 yang baru saja diakuisisi, yang tahun lalu juga mengalami bencana penerbangan di Indonesia.
Tak lama setelah lepas landas pada pukul 05:38 GMT, pilot melaporkan masalah yang tidak dirinci dan ia diberi izin untuk kembali ke bandara Bole, di Ibukota Ethiopia. Beberapa menit kemudian, komunikasi terputus dan pesawat jatuh ke tanah dekat kota Bishoftu.
Para korban – 149 penumpang dan delapan awak – termasuk setidaknya penumpang berasal dari 35 negara. Staf PBB termasuk di antara mereka yang tewas dalam kecelakaan ini.
Kecelakaan ini menyatukan warga dunia dalam kesedihan, curahankesedihan menyebar di media sosial.
Dalam sebuah posting di Twitter, kantor Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed menyatakan “belasungkawa terdalam” untuk keluarga para korban, sementara pihak berwenang menyatakan Senin sebagai hari berkabung nasional. Sembilan orang Ethiopia tewas dalam kecelakaan itu.
Seperti dilansir dari Aljazeera, pengguna media sosial mengirimkan doa-doa mereka untuk keluarga dan korban “kecelakaan tragis”, sementara yang lain menyatakan kesedihan ketika mereka menunggu untuk mengetahui apakah kerabat mereka berada di pesawat atau tidak.





