CHINA – Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha mengungkapkan, Kemenlu telah menerima informasi dari Kedutaan Besar (Kedubes) Cina di Jakarta mengenai insiden yang menimpa kapal Lu Peng Yuan Yu 028 di Samudra Hindia.
Insiden tersebut telah membuat 17 ABK asal Indonesia hilang. “Kemenlu telah berkoordinasi dengan Basarnas. Melalui penjejakan pancaran sinyal EPIRB (emergency positional indicator radio beacon), diketahui lokasi EPIRB Lu Peng Yuan Yu 028 berada di Samudra Hindia. Mengingat lokasi tersebut berada dalam koordinasi SAR Australia, Basarnas telah berkomunikasi dengan AMSA Australia,” kata Judha, dilansir Republika.co.id.
Menurut Judha, AMSA Australia sudah melakukan operasi SAR di sekitar lokasi dengan mengerahkan pesawat dan kapal.
Mereka pun meminta dukungan dari kapal niaga yang sedang berlayar di sekitar lokasi. Berdasarkan informasi AMSA, kapal Lu Peng Yuan Ku 028 sudah ditemukan dalam keadaan terbalik. “Operasi SAR masih terus dilakukan,” ucapnya.
Judha mengungkapkan, KBRI Beijing juga sudah berkomunikasi dengan Kemenlu Cina. Kemenlu Cina menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan menjamin pemenuhan hak-hak para awak.





