KONGO – 17 orang tewas di daerah Republik Demokratik Kongo (RDK) di barat laut akibat wabah virus Ebola yang mematikan.
Kementerian Kesehatan Kongo mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa (8/5/2018) bahwa dua kasus virus telah dikonfirmasi oleh tes laboratorium setelah 21 pasien menunjukan tanda-tanda demam berdarah di Ikoko Impenge, dekat kota Bikoro, di negara Afrika tengah.
Pejabat kesehatan mengambil sampel dari lima kasus Ebola yang diduga di Bikoro, di Provinsi Equateur, untuk diuji di Institut Nasional de Recherche Biomedicale di ibukota, Kinshasa.
Setidaknya 17 kematian di wilayah itu selama lima minggu terakhir diduga terkait dengan wabah itu, tetapi belum dikonfirmasi sebagai kasus Ebola.
“Negara kita sedang menghadapi epidemi lain dari virus Ebola, yang merupakan keadaan darurat kesehatan masyarakat internasional,” kata kementerian kesehatan Kongo, dilansir Aljazeera.
Pengerahan sumber daya manusia yang terlatih dengan baik dibuat untuk dengan cepat mengendalikan wabah itu.
Ebola telah menewaskan lebih dari 11.300 orang di Afrika Barat dari 2013-16 ketika menyapu Guinea, Sierra Leone, dan Liberia.





