JAKARTA, KBKNEWS.id – Dompet Dhuafa membantu Yohana (36), penyintas gempa Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan membangun Rumah Sementara (Rumtara) untuk tempat tinggal keluarganya selama masa pemulihan.
Yohana merupakan warga Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo. Saat gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026, rumahnya roboh dan menimpa tubuhnya. Ia sempat tertimbun reruntuhan selama sekitar satu jam.
Dalam kondisi terjebak, Yohana berusaha menyelamatkan diri dengan membongkar puing-puing yang menindih tubuhnya. Ia juga mendapati kaki kanannya tertancap besi berkarat yang kemudian dicabut sendiri sebelum merangkak keluar dari reruntuhan.
Akibat kejadian tersebut, pergelangan kaki kanannya patah dan ia harus menjalani operasi. Dokter memperkirakan Yohana membutuhkan waktu sekitar 10 bulan hingga pen pada kakinya dapat dilepas.
Sebelum gempa, Yohana yang tinggal bersama suaminya di Kalimantan Utara sedang pulang kampung untuk membantu orang tuanya bertani. Rencana kembali ke Kalimantan pada 19 Agustus 2026 pun terpaksa tertunda akibat kondisi kesehatannya.
Selama pemulihan, Yohana dan keluarganya tinggal di tenda darurat di samping rumah yang telah runtuh. Melihat kebutuhan tersebut, Dompet Dhuafa menginisiasi pembangunan Rumtara bagi keluarga Yohana dan penyintas lainnya.
Peletakan batu pertama Rumtara dilakukan pada 23 September 2026 di lokasi bekas rumah Yohana. Wakil Ketua Pengurus Dompet Dhuafa, Herdiansah, mengatakan rumah sementara tersebut akan dibangun dengan material berkualitas agar aman, nyaman, dan layak selama keluarga Yohana menjalani masa pemulihan.
Bantuan ini menjadi bagian dari upaya Dompet Dhuafa mendampingi penyintas gempa NTT agar dapat kembali menjalani kehidupan dengan lebih aman dan layak.





