Tiap Hari 16 Orang Mati di Jalan Raya India Akibat Kecelakaan

ilustrasi: Kecelakaan bus

DHAKKA- Dalam  sepuluh tahun terakhir, angka kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa di India masih tinggi.

Data statistik yang dirilis pemerintah India menunjuukan, sekitar 146.000 warga di negara itu tewas tahun 2015 lalu akibat kecelakaan di jalan raya.

“Dengan demikian, berarti rata-rata 16 orang tewas akibat tabrakan di jalan raya setiap jam, dan delapan dari 10 kecelakaan disebabkan oleh sopir,” seperti dilansir BBC,Minggu (12/6)

Menteri Perhubungan India Nitin Gadkari mengakui, jumlah itu lebih tinggi dibanding koban jiwa akibat perang, wabah penyakit, dan aksi kelompok militan.

Gadkari bahkan mengakui kalau pemerintahnya gagal meningkatkan keamanan di jalan raya, meski undang-undang baru yang lebih tegas sudah diterapkan.

“Menyedihkan buat saya bahwa kecil sekali dampak dalam pengurangan jumlah yang tewas walaupun kami telah melakukan upaya terbaik dalam dua tahun terakhir,” katanya seperti dikutip kantor berita AFP.

 

Lebih dari setengah korban jiwa yang tercatat pada 2015 lalu berusia antara 15 hingga 34 tahun.

Pemerintah India sedang membangun tambahan jalan bebas hambatan dari 92.000 km menjadi 200.000 km untuk mengurangi beban di jalan-jalan yang rusak.

Selain itu, seperti dijelaskan Menteri Gadkari, sedang direncanakan pula penggunaan alat pengamat elektronik guna mencegah kecelakaan.

Pengamat menilai, banyak faktor penyebab tingginya kematian di jalan raya di India. Di antaranya penegakan hukum yang lemah dengan perkiraan sekitar 30% Surat Izin Mengemudi (SIM) dari seluruh SIM yang beredar di India adalah palsu.

Badan Kesehatan Dunia, WHO, menempatkan China dan India sebagai negara dengan korban kecelakaan lalu lintas terbesar di dunia berdasarkan statistik pada 2013.

Advertisement