KSPI Ungkap 5 Sektor Masuk Zona Rawan PHK Dalam Waktu Dekat

Eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel kini mulai meningkatkan tren PHK di Indonesia. (Foto: istockphoto)

JAKARTA, KBKNEWS.id – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengungkapkan adanya potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam tiga bulan ke depan.

Berdasarkan laporan serikat pekerja di sejumlah perusahaan, sedikitnya lima sektor industri kini masuk zona rawan PHK.

Sektor yang paling terdampak adalah industri tekstil dan produk tekstil (TPT), mulai dari benang, kain hingga polyester.

Menurut Said, sebagaimana dilansir detikcom, perusahaan-perusahaan di sektor ini sudah mulai berdiskusi dengan pekerja terkait kemungkinan pengurangan tenaga kerja, dipicu tekanan global termasuk konflik di Timur Tengah.

Selain tekstil, industri plastik juga menghadapi ancaman serius. Kenaikan harga bahan baku impor akibat pelemahan rupiah membuat biaya produksi melonjak, sementara daya beli masyarakat justru menurun. Kondisi ini berdampak pada turunnya permintaan dan berpotensi memicu PHK.

Dampak lanjutan turut dirasakan sektor elektronik dan otomotif yang banyak menggunakan komponen berbahan plastik. Lonjakan harga bahan baku dinilai menekan produksi dan mendorong efisiensi tenaga kerja di kedua industri tersebut.

Sementara itu, industri semen juga masuk dalam daftar sektor rawan PHK. Saat ini, sektor tersebut mengalami kelebihan pasokan (oversupply) di tengah permintaan yang melemah. Bertambahnya pabrik baru justru memperketat persaingan dan mendorong perusahaan melakukan efisiensi, termasuk pengurangan pekerja.

Secara keseluruhan, lima sektor yang masuk zona rawan PHK meliputi tekstil, plastik, elektronik, otomotif, dan semen. Hingga kini, KSPI menyebut belum ada respons konkret dari pemerintah terkait potensi gelombang PHK tersebut.

KSPI berharap situasi global dapat segera membaik agar tekanan terhadap industri mereda dan risiko PHK massal dapat dihindari.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here