PADANG (KBK) – Terdaftar lebih dari 2.500 peserta mengikuti seminar Seminar Nasional dengan tema ‘Cegah dan Tangkal Anak menjadi LGBT’ bersama Founder dan Konselor Yayasan Peduli Sahabat dan Sinyo Egie.
Peserta tersebut mengikuti seminar dalam rentang waktu empat hari, Senin (15/2/2016) hingga Ahad (21/2/2016) kemarin, mengundang pembicara, Founder dan Konselor Yayasan Peduli Sahabat, Sinyo Egie. Memberi pencerahan bagi masyarakat apa itu LGBT bagaimana
Dimulai dari pelaksanaan edukasi Same Sex Attraction (SSA) di SD IT Cahaya Hati di Pariaman pada Senin (15/2) terdaftar peserta sebanyak 100 peserta mengikuti agenda.
Melanjutkan Roadshow untuk Seminar di Aula Balaikota Payakumbuh pada Selasa (16/2), Kak Sinyo telah dinanti 200 peserta dari kalangan guru dan orangtua. Bahkan, jajaran tentara turut hadir.
“Persoalan LGBT menjadi salah satu konsen kami di instansi pendidikan agar dunia pendidikan dan sekolah tidak dimasuki gerakan ini,” sambut Kepala Dinas Pendidikan Payakumbuh, Hasan Basri, dalam pembukaan acara.
Beranjak ke Bukittinggi, Seminar di fasilitasi oleh pemko dengan penyediaan 100 kursi untuk peserta, namun antusias masyarakat untuk ikut serta sangat besar. Peserta berdatangan jumlahnya dua kali lipat hingga aula balai kota Bukittinggi pada Rabu (17/2) dipadati lebih dari 200 peserta seminar dari kalangan guru, orangtua, remaja, juga pengusaha dan wartawan.
Setelah selesai di Balaikota Bukittinggi, Kak Sinyo kembali menggelar seminar di Diniyah Putri Pasia, dengan peserta sebanyak 500 orang.
Seminar dilanjukan di Padang Panjang keesokan harinya, pada Kamis (18/2) di Aula SMA N 1 Padang Panjang.Pesertanya lebih beragam, pemko mengutus kepsek SD-SMA Se-kota Padang Panjang, Dinas Sosial, Jajaran Polisi, Kementrian Agama, Perwakilan siswa masing-masing Sekolah, bahkan Lurah se-kota Padang Panjang mengikuti seminar ini sampai tuntas. Tak tanggung-tanggung, pemko juga menghadirkan Pakar penyakti Menular Seksual, dr Yunita, dan Ustadz Syaiful sebagai pembicara yang mendampingi Kak Sinyo dalam penyampaian materi.
“Dengan pengetahuan yang diserap masyarakat tentang LGBT dan bahayanya, ini diharapkan mendorong pemerintah menindaklanjuti bagaimana penangkalan dan pencegahan kasus LGBT terjadi di Sumbar, baik nantinya diadopsi dalam bentuk perumusan peraturan daerah sebagai antisipasinya,” dukung Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Panjang, Desmon.
Seminar ditutup pada Ahad (21/2) dalam bentuk diskusi forum dan tanya jawab di Masjid Raya Ampang, Padang.
“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat Sumbar sangat baik menanggapi isu dan usaha pencegahan kasus LGBT di Sumbar. Dompet Dhuafa Singgalang berharap dari serangkaian agenda seminar ini nantinya akan terbentuk cabang Yayasan Peduli Sahabat untuk pendampingan masyarakat terjerumus kasus LGBT dan berniat hijrah. Serta dapat mendorong pemerintah agar serius menanggapi kasus LGBT dengan pembentukan perda dan sanksi semacamnya, sejauh ini cukup banyak ormas dan komunitas yang ingin bersinergi mendukung pembentukan perda ini” pungkas Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, Musfi Yendra. – nisa





