Merangkul Korban, Menolak Legalisasi LGBT

Diskusi "Merangkul Korban, Menolak Legalisasi LGBT" di kantor Republika, Jakarta/ Foto Republika

Awal Februari lalu harian umum Republika disomasi Forum LGBTIQ Indonesia lantaran memuat headline berita soal LBGT berjudul “LGBT Ancaman Serius” yang terbit pada hari Minggu 24 Januari 2016. Setelah somasi tersebut, banyak simpati yang datang dari kelompok atau perorangan mendukung media yang dilahirkan ICMI ini. Dukungan tersebut pada intinya agar jangan gentar dengan somasi yang dilayangkan kelompok pro LGBT.

Tidak hanya dukungan, tetapi hampir semua media ikut menurunkan berita yang berkaitan dengan LGBT. Mulai dari keberadaan LGBT di dunia, bahaya kampanye LGBT, perusahaan yang mendukung LGBT, sampai eksitensi kaum dan aktifis LGBT di Indonesia. Beberapa stasiun televisi bahkan menggelar acara berupa talkshow khusus membahas mengenai LGBT.

Tidak sampai sepekan, gelombang masyarakat yang menolak legalisasi LGBT di Indonesia juga serentak dilakukan, di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Mulai dari politikus, artis, ulama, tokoh masyarakat, tokoh agama, Organisasi Masyarakat Islam, LSM, gerakan kepemudaan sampai sekolah-sekolah membuat pernyataan menentang keras legalisasi LGBT.

Harian Umum Republika bersama Dompet Dhuafa sendiri mengadakan diskusi bertajuk “Merangkul Korban, Menolak Legalisasi LGBT pada Kamis (18 /2/ 2016) lalu.

Advertisement