Kisruh Berkepanjangan Tahta Keraton Solo

Penyerahan SK PLt Raja Keraton Solo oleh Menbud Fadly Zon, Minggu (18/1), sempat ricuh karena ditentang pihak pewaris lainnya. (detikjateng)

ACARA penyerahan SK Pelaksana Tugas Keraton Solo kepada KGPA Tedjowulan oleh Menteri Kebudayaan Fadly Zon menuai protes dari GKR Panembahan Timoer Rumbai seterunya .

GKR Timoer Rumbai sendiri adalah keluarga Kesunanan Sukakarta, puteri tertua Pakubuwono XIII dengan isteri pertamanya Nuk Kusumaningdyah.

GKR Panembahan Timoer Rumbay yang berkonflik dengan KGPA Tejowulan melancarkan aksi protes pada acara penyerahan SK Plt Keraton Solo oleh Fadly Zon di Keraton Solo, Minggu (18/1), nekat,  naik ke atas mimbar.

DetikJateng, Minggu (18/1) melaporkan, pihak pendukung PB XIV Purbaya hadir saat Wali Kota Solo, Respati Ardi, memberikan sambutan. Usai sambutan Wali Kota, acara dilanjutkan dengan sambutan Fadli Zon.

Sesaat setelah sambutan berakhir, GKR Panembahan Timoer Rumbay naik ke mimbar, melayangkan protes, namun saat ia mulai berbicara, mikrofon dimatikan.

Di samping GKR Timoer Rumbay, hadir pula Permaisuri GKR Paku Buwono, GKR Devi Lelyana, dan GKR Dewi Ratih Widyasari.

“Maaf Bapak-ibu, saya ingin menyampaikan sesuatu.  Mohon  tolong miknya dinyalakan agar terdengar. Saya punya hak di sini sebagai warga negara Indonesia,” seru GKR Timoer Rumbay, disambut teriakan para undangan.

Fadli Zon yang berada di lokasi langsung menghampiri Rumbay. Suasana sempat riuh dengan teriakan para Sentono, Abdi Dalem, dan tamu undangan lainnya.

Keberatan dengan SK

Selain melakukan protes lisan, pihak Purbaya juga membagikan kertas berisi surat keberatan atas SK yang dikeluarkan oleh Fadli Zon.

Namun Fadli Zon meneruskan pemberian SK kepada Tedjowulan sehingga protes kembali berlanjut tepat saat Fadli Zon hendak menyerahkan surat tersebut.

“Kami berharap pada hari ini Panembahan Agung Tedjowulan yang ditunjuk sebagai pelaksana melalui Keputusan Menbud No. 8/2026, bisa menjadi pelaksana yang paripurna dalam memajukan kebudayaan,” ujar Fadli Zon dalam sambutannya.

Konflik Keraton Surakarta atau Solo merupakan perebutan takhta antara Hangabeni dan Tejowulan yang berawal setelah Susuhunan Pakubuwono XII mangkat pada pada 11 Juni 2004.

Penyebabnya, Pakubuwono XII wafat tanpa sempat

menunjuk permaisuri maupun putera mahkota sehingga  kedua anak Sinuhun (Hangabeni dan Tejowulan) saling mengklaim sebagai pemangku takhta sah.

Masing-masing pihak bahkan menyelenggarakan acara pemakaman ayahnya secara terpisah, sementara konsensus keluarga telah mengakui, Hangabehi lah  yang diberi gelar Pakubuwana XIII.

Konflik terus berlanjut, sampai Tejowulan keluar dari keraton dan diangkat sbagai Susuhunan Pakubuwono XIII oleh beberapa pihak di Sasana Purnama, Badran, Surakarta.

Keraton diserang oleh puluhan orang tak dikenal yang menyerang abdi dalem dan beberapa anggota keluarga keraton pada 23 Des. 2022 .

Belum diketahui pasti penyebab terjadinya kejadian itu, tetapi penyerangan tersebut menimbulkan korban luka dari pihak keluarga keraton.

Cawe-cawe GIbran

Wali kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka mengumpulkan pihak-pihak keraton yang bertikai, a.l. Sinuhun Pakubuwono XIII beserta permaisuri dan putra mahkota, dengan kerabat dari Lembaga Dewan Adat Keraton Surakarta dipimpin oleh GKR Koes Murtiyah Wandansari pada 5 Jan. 2023.

Pertemuan tersebut dilaksanakan secara tertutup di Loji

Gandrung, diakhiri dengan kesepakatan perdamaian antar kedua belah pihak.

Pakubuwono XIII Hangabehi mangkat pada 2 November 2023 dan pemakaman diselenggarakan pada 5 November.

Saat pelepasan jenazah, KGPH Purbaya mendeklarasikan diri sebagai Pakubuwono XIV, sementara Tedjowulan menyatakan bahwa sejak kepergian Pakubuwono XIII ia menjadi pelaksana tugas raja keraton hingga raja baru disepakati oleh semua pihak keraton.

Pihak Keraton menyatakan, jumenengan (penobatan) Pakubuwono XIV akan diselenggarakan pada 15 November.

Pada 13 November, Lembaga Dewan Adat mengangkat KGPH Hangabeni sebagai Pakubuwono XIV di Sasana Handrawina. Hangabeni adalah putra tertua Pakubuwono XIII dengan KRA Winarni, tetapi mereka telah bercerai sebelum sang raja naik takhta.

Agaknya konflik Keraton Solo masih bakal berlanjut ke episode berikutnya. (detik.com/ns)

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here