Kematian hari Kamis adalah jumlah kematian terbesar yang diderita Turki dalam satu hari sejak mulai mengirim ribuan tentara ke Idlib dalam beberapa pekan terakhir, di tengah serangan pemerintah Suriah yang didukung Rusia untuk merebut kubu pertahanan terakhir negara yang dikuasai oposisi yang dilanda perang itu, yang adalah rumah bagi lebih dari tiga juta orang.
Kampanye pemboman yang ganas dan serangan darat telah mengungsi hampir satu juta orang sejak Desember, lebih dari setengahnya adalah anak-anak.
“Sayang sekali saya harus mengatakan bahwa jumlah korban telah meningkat menjadi 22,” ujar Rahmi Dogan, gubernur provinsi Hatay, Turki tenggara, mengatakan dalam pidato yang disiarkan televisi, dipantau Aljazeera.
Setelah serangan itu, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengadakan pertemuan keamanan darurat dua jam di Ankara yang dihadiri oleh para menteri dan pejabat militer.




