Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 47 Orang, Iran Kecam Pelanggaran Kesepakatan

JAKARTA, KBKNEWS.id – Sedikitnya 47 orang tewas dan 97 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara intensif Israel yang menggempur sejumlah wilayah di Lebanon pada Jumat (19/6).

Data tersebut disampaikan oleh Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon yang mencatat serangan berlangsung sejak tengah malam hingga sore hari waktu setempat.

Serangan menyasar beberapa wilayah di Lebanon selatan dan timur, termasuk distrik Nabatieh, Tyre, Bint Jbeil, Jezzine, serta Baalbek. Korban jiwa dilaporkan berasal dari berbagai lokasi yang menjadi target serangan udara maupun drone Israel.

Menurut laporan, sejumlah korban tewas ditemukan di sebuah pertanian di Jamaliyeh, Distrik Baalbek. Selain itu, serangan drone di Rihan, Distrik Jezzine, serta serangan di sepanjang jalan raya Deir al-Zahrani–Nabatieh juga menambah jumlah korban.

Eskalasi kekerasan ini terjadi meskipun sebelumnya Amerika Serikat dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang mencakup penghentian operasi militer di berbagai wilayah konflik, termasuk Lebanon.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat meredakan ketegangan yang selama ini berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Menanggapi serangan tersebut, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengecam keras tindakan Israel yang dinilai melanggar semangat kesepakatan.

Ia menegaskan bahwa penghentian perang di Lebanon merupakan bagian integral dari MoU AS-Iran dan menyebut Amerika Serikat turut bertanggung jawab atas situasi yang terjadi.

Baghaei juga menyatakan Iran akan mengambil langkah yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan, keamanan, dan hak-hak Iran maupun sekutunya.

Sementara itu, media Israel Channel 12 melaporkan bahwa Israel dan Hizbullah dikabarkan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata.

Namun hingga kini, situasi di lapangan masih menunjukkan tingginya intensitas konflik dengan korban sipil yang terus bertambah, sehingga memunculkan kekhawatiran baru terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here