23 Orang di Pacitan Terjangkit Leptospirosis, Delapan Meninggal

Ilustrasi Leptospirosis

PACITAN – Penyakit leptospirosis mengancam warga Pacitan, dan hingga awal Maret 2017 sudah ada
23 penderita yang terjangkit penyakit yang diakibatkan bakteri leptospira itu. Dari 23 yang terjangkit, delapan orang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan, Rachmad Dwiyanto, menyebut perkembangan leptospirosis di Pacitan terbilang parah. Dalam kurun waktu tiga bulan, temuan penyakit mampu menyebar hingga di lima kecamatan.

Diantaranya Ngadirojo, Tulakan, Kebonagung, Arjosari, dan Punung. Persebaran itu dinilai unik. Sebab di daerah lain, biasanya temuan leptospirosis hanya ada di satu wilayah.

Jika biasanya penyakit tersebut disebabkan karena ada genangan air, namun di Pacitan, temuannya berbeda. Di Pacitan, tikus penyebar bakteri itu ternyata bergerak. Dari dataran tinggi (Tulakan) terus menurun ke dataran rendah (Punung).

“Mau tidak mau, penanganan serius pun dilakukan. Selain mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan rumah masing-masing, pemkab juga mencanangkan gerakan gropyak tikus,” ujarnya, Senin (6/3/2017).

Gerakan tersebut diharap dapat dilakukan serentak di 12 kecamatan. Tujuannya, agar mampu seefektif mungkin mengurangi populasi tikus penyebar maut itu.

Advertisement