240 Ribu Anak Rohingya Hidup Mengerikan di Pengungsian

Pengungsi Rohingya berjuang masuki perbatasan Bangladesh/ Reuters

JENEWA – UNICEF mengatakan sekitar 240.000 anak-anak, di antaranya 36.000 orang berusia kurang dari satu tahun dan 92.000 berusia di bawah lima tahun, hidup dalam kondisi kotor di pengungsian di Bangladesh dimana mereka rentan terhadap penyebaran penyakit.

UNICEF juga mengatakan ada sekitar 52.000 wanita hamil dan menyusui di antara para pengungsi.

Menurut perkiraan terakhir, sekitar 391.000 pengungsi Rohingya telah menyeberang ke Bangladesh sejak kekerasan meletus tiga minggu yang lalu, menjadikannya salah satu krisis pengungsi yang paling cepat berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara sebagian besar anak-anak datang bersama keluarga mereka, ada lebih dari 1.100 anak yang tidak didampingi atau dipisahkan pada minggu lalu, kata UNICEF.

Pemerintah Myanmar telah mengepung negara bagian Rakhine, di mana umat Muslim Rohingya terkonsentrasi. Di sana, kekerasan yang mengerikan, termasuk pembunuhan, pemerkosaan dan pembakaran, telah terjadi terhadap kaum minoritas Muslim, menurut laporan dan saksi mata.

Tentara dan umat Islam ekstremis dilaporkan telah membunuh atau memperkosa kaum Muslimin dan membakar rumah mereka. Pemerintah Myanmar mengatakan 400 orang, kebanyakan Muslim, tewas dalam kekerasan terakhir. PBB mengatakan jumlah sebenarnya kemungkinan mencapai 1.000.

Sejauh ini, masyarakat global telah gagal untuk melakukan tindakan melawan “pembersihan etnis” Rohingya dan untuk segera menuntut diakhirinya kekejaman tersebut.

Advertisement