JAKARTA, KBKNEWS.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 25 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat masih berstatus tanggap darurat akibat bencana banjir bandang dan longsor.
Hingga Selasa (16/12/2025), jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.053 jiwa.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan wilayah yang masih berstatus tanggap darurat ditandai dengan warna merah dalam peta kebencanaan BNPB.
“Nama kabupaten/kota yang berwarna merah ini adalah wilayah yang masih dalam status tanggap darurat,” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers daring, Selasa (16/12).
Selain itu, tiga kabupaten/kota telah memasuki fase transisi darurat. Pada fase tersebut, aktivitas pencarian dan pertolongan tidak lagi dilakukan dan penanganan difokuskan pada pemulihan awal.
“Di status transisi darurat, pencarian dan pertolongan sudah tidak dilakukan. Fokusnya pada pemulihan awal, termasuk perencanaan hunian sementara dan recovery secara umum,” ujarnya.
Sementara itu, BNPB bersama Basarnas dan unsur terkait masih melakukan pencarian korban hilang di sejumlah wilayah terdampak. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto mengatakan proses pencarian telah memasuki hari ke-19 sejak bencana terjadi.
“Update penemuan korban setiap malam bukan korban jiwa baru, melainkan korban yang sebelumnya dinyatakan hilang,” kata Suharyanto.
Ia menjelaskan, beberapa daerah seperti Mandailing Natal dan Humbang Hasundutan telah menghentikan pencarian. Namun, di wilayah lain pencarian tetap dilanjutkan karena keluarga korban belum merelakan.
Hingga Selasa (16/12), tim gabungan menemukan 23 jenazah, terdiri dari 18 korban di Aceh dan 5 korban di Tapanuli Tengah. BNPB juga mencatat 200 orang masih dinyatakan hilang, sementara jumlah pengungsi mencapai 606.040 jiwa.
Meski terkendala luasnya medan dan kondisi geografis, BNPB memastikan proses pencarian korban hilang dan pemulihan wilayah terdampak bencana masih terus dilakukan.





