3.993 Rumah dan 10 Fasum Rusak akibat Gempa Cianjur

Seorang warga menggendong anaknya melintasi rumah yang roboh akibat gempa di Cieunder, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (25/11/2022). (Foto: ANTARA/Wahyu Putro A)

CIANJUR – Kementerian PUPR mencatat ada sebanyak 3.993 unit rumah dan 10 fasilitas sosial dan umum atau fasum yang rusak karena terdampak gempa Cianjur.

Dirjen Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto, mengatakan bahwa fasum yang rusak seperti masjid dan sekolah. Ia mengungkapkan kerusakan rumah dan fasum itu juga tercatat di aplikasi Rumah Terdampak Bencana (Rutena) Kementerian PUPR.

“Ribuan rumah dan puluhan fasilitas sosial dan umum, seperti masjid dan sekolah yang rusak terdampak gempa Cianjur itu tercatat pada aplikasi rumah terdampak gempa (Rutena) Kementerian PUPR,” katanya pada wartawan, Senin (12/12/2022).

Dalam aplikasi tersebut lanjut dia, tercatat ada sebanyak 3.993 unit rumah yang mengalami rusak ringan, sedang hingga berat, dan 10 fasilitas sosial dan umum, seperti masjid dan sekolah rusak.

“Dalam aplikasi Rutena tidak hanya mendata rumah terdampak, tetapi juga tingkat kerusakan, titik koordinat posisi rumah dan foto rumah serta kerusakannya,” kata dia dilansir dari tribunjabar.id.

Ia mengungkapkan, dari ribuan rumah yang terdampak tersebut tepat berada diatas jalur patahan aktif Cugenang, sehingga direkomendasikan harus di relokasi.

“Zona patahan aktif Cugenang yang memang baru diketahui tersebut membentang sepanjang 9 kilometer. Ada 9 desa di dua kecamatan, yaitu sebanyak 8 desa di Kecamatan Cugenang dan satu desa di Kecamatan Cianjur Kota,” jelasnya.

Dirinya menjelaskan, berdasarkan hasil analisa BMKG dan Badan Geologi yang masuk zona bahaya merupakan wilayah yang radiusnya sekitar 300-500 meter dari garis patahan.

“Wilayah yang masuk zona bahaya, sudah tidak boleh lagi di bangun infrastruktur, seperti permukiman. Hanya di rekomendasikan sebagai lahan hijau atau lahan resapan,” kata dia.

Advertisement