Nasib Nahas Ibu yang Baru Masuk Usai Cuti Melahirkan, Jadi Korban Kecelakaan KA Bekasi

JAKARTA, KBKNEWS.id –  Perjalanan pulang pada Senin (27/4/2026) malam menjadi awal dari duka mendalam dalam insiden tabrakan antara Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur.

Di antara para korban, terdapat perempuan-perempuan pekerja yang baru saja menyelesaikan aktivitasnya, termasuk ibu-ibu yang baru kembali bekerja setelah cuti melahirkan.

Gerbong khusus perempuan di bagian belakang rangkaian KRL menjadi titik paling parah terdampak setelah dihantam lokomotif KAJJ. Benturan keras menyebabkan gerbong ringsek dan menimbulkan korban jiwa serta luka-luka.

Direktur RSUD Arifin Achmad, drg Yusi Prastiningsih, menyampaikan duka mendalam atas tragedi tersebut. Ia menyoroti kondisi para korban yang sebagian merupakan ibu pekerja.

“Mereka yang ada di gerbong tadi malam, sebagiannya adalah ibu-ibu yang baru selesai bekerja. Baru masuk kerja lagi setelah cuti melahirkan, membawa lelah, membawa harapan, membawa rindu anak yang menunggu di rumah,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Menurutnya, banyak perempuan tetap berangkat bekerja di tengah keterbatasan demi memenuhi kebutuhan keluarga.

“Banyak yang berangkat karena hidup tak memberi banyak pilihan. Dapur harus menyala, sekolah anak harus terus berlanjut. Namun, ada yang tak sempat sampai. Mereka adalah pejuang keluarga,” tambahnya.

Berdasarkan laporan PT KAI, hingga Selasa pagi pukul 08.45 WIB, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang, seluruhnya merupakan penumpang KRL.

Sementara itu, sebanyak 84 korban luka dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi.

Tragedi ini tidak hanya mencatat angka korban, tetapi juga meninggalkan kisah-kisah yang terhenti di tengah perjalanan—termasuk para ibu yang baru memulai kembali rutinitasnya setelah cuti melahirkan, namun tak sempat kembali ke rumah.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya keselamatan transportasi publik, sekaligus menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

 

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here