JAKARTA – Sepuluh hari terakhir Ramadan kerap disebut sebagai malam lailatul qadar. Dalam Al-Qur’an disebutkan, malam ini lebih baik daripada seribu bulan.
Menurut Quraish Shihab dalam bukunya Wawasan Al-Qur’an, lailatul qadar adalah malam yang sangat mulia yang dapat menetapkan takdir umat manusia jika diraih. Pada malam itu, para malaikat turun ke Bumi membawa ketenangan dan kedamaian.
Syekh Zainuddin Al-Malibari, dalam Fathul Baari, menekankan tiga amalan yang perlu dilakukan pada malam tersebut, yaitu meningkatkan sedekah, membaca Al-Qur’an, dan melakukan itikaf di masjid.
1. Memperbanyak Sedekah
Dalam 10 hari terakhir Ramadan, sedekah dianggap sebagai amalan yang paling utama. Keutamaan ini tidak hanya dinikmati oleh pemberi sedekah, tetapi juga penerima.
Ini menunjukkan bahwa sedekah tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah, tetapi juga memperkuat hubungan sesama manusia.
Oleh karena itu, tidak mengherankan jika di hari-hari tersebut, setiap orang berlomba-lomba untuk memberikan makanan dan minuman untuk sahur dan berbuka puasa, memberikan bantuan kepada anak yatim, dan memberikan sedekah untuk kegiatan keagamaan lainnya.
2. Memperbanyak Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Quran merupakan salah satu amalan yang sangat penting selama 10 hari terakhir Ramadan. Membaca Al-Qur’an, menurut Rasulullah, adalah cara untuk berkomunikasi dengan Allah SWT.
Selain itu, membaca Al-Qur’an juga membawa berbagai keistimewaan, seperti kebahagiaan, perlindungan dari hisab di hari kiamat, naungan Allah di hari pembalasan, dan petunjuk agar tidak tersesat.
Imam Nawawi menyarankan agar membaca Al-Qur’an pada 10 hari terakhir Ramadan dilakukan setelah salat Subuh, sementara menurut Abu Bakar Syatha lebih baik dilakukan pada malam hari karena lebih konsentrasi.
3. Memperbanyak Itikaf di Masjid
Itikaf adalah praktik berdiam diri di dalam masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Menurut berbagai hadis, Rasulullah secara rutin beritikaf selama 10 hari terakhir Ramadan.
Bahkan, sebelum wafatnya, beliau melakukan itikaf selama 20 hari, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Abu Hurairah.
Pelaksanaan itikaf tak lepas dari upaya mencari malam lailatul qadar. Itikaf harus dilakukan di dalam masjid sebagai bagian dari syiar agama.
Itikaf bukan hanya duduk diam tanpa melakukan apapun. Sesuai dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT, orang yang beritikaf seharusnya mengisi waktu dengan ibadah.
Amalan-amalan seperti salat sunah, membaca Al-Qur’an, zikir, istigfar, selawat kepada Nabi, serta berdoa dan merenung harus menjadi bagian dari itikaf.
Selain itu, dapat juga melakukan kegiatan lain yang bermanfaat seperti mempelajari tafsir, hadis, dan ilmu agama Islam lainnya, serta menjauhi hal-hal yang tidak berguna.
Tiga amalan tersebut merupakan upaya untuk meraih rida Allah selama 10 hari terakhir Ramadan. Semoga kita semua bisa mencapai malam lailatul qadar dan terus berbuat kebaikan di bulan suci Ramadan.





