31 WNA di Bogor Ditangkap di Rumah Mewah

Penangkapan WNA di Bogor/ Foto: pojoksatu.id

BOGOR – Rumah mewah di Villa Duta, Bogor Timur berhasil digerebek polisi, dan terdapat 31 Warga Negara Asing (WNA) asal Cina tanpa paspor. Indikasi sindikat kejahatan belum terbukti, namun beberapa bukti telah mengarah kesana.

Penggerebekan yang dilakukan Senin (20/6/2016) malam tersebut dilakukan karena para WNA yang terdiri dari 22 pria dan 9 wanita ini tidak berdokumen.

Mereka digerebek saat berkumpul di sebuah mewah yang berlokasi di Kingkilaban, Kelurahan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Jawa Barat.

“Kita duga mereka melakukan tindakan ilegal di Indonesia, yang jelas mereka sebagian besar tidak memiliki pasor,” kata AKBP Andi Herindra Rahmawan kepada TribunnewsBogor.com di lokasi.

Pihaknya masih mengembangkan penemuan ini untuk menelusuri apakah mereka melakukan tindak kejahatan.

Sementara itu warga sekitar tidak ada yang menyangka rumah mewah di Jalan Kingkilaban, Perumahan Vila Duta, Kecamatan Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor ini dijadikan tempat persembunyian warga China.

Seperti yang diungkapkan Yudi, seorang sopir salah satu warga yang berada di dekat lokasi penggerebekan. Sejak awal Yudi curiga lantaran pernah melihat aktivitas yang tidak biasanya di rumah mewah itu.

“Saya tahunya baru sekitar sebulan kurang. Pantesan waktu itu saya lihat, ko ada mobil masuk-masukin kasur busa banyak banget ke rumah itu,” katanya.

Rumah majikannya ini sejajar dan hanya berselang satu rumah dari lokasi penggerebekan. Saat berada di rumah majikannya, beberapa kali Yudi melihat keluar masuk mobil ke rumah tersebut. Namun menurutnya, penghuni di dalam rumah itu jarang menampakkan diri.

“Saya juga agak aneh ko sampah di tong sampah rumah itu banyak banget, padahal dari luar keliatan sepi. Terus orangnya juga jarang keluar,” kata pria berkacamata ini.

“Saya gak pernah denger berisik apa-apa dari dalem rumah. Tapi ada temen saya, dia dulu tukang bersih-bersih rumah ini, setelah ada yang baru masuk ini (WNA), dia jadi dikeluarin gak boleh masuk rumah lagi. Lebih tertutup katanya yang sekarang,” ungkapnya.

Setelah ditelusuri, diduga kasur-kasuh busa tersebut digunakan untuk peredam suara. Di tiap jendela rumah berlantai dua itu dipasangi kasur busa. Selain itu, saat digerebek, petugas menemukan puluhan alat komunikasi yang diindikasikan digunakan untuk melakukan tindak kejahatan.

Advertisement