WASHINGTON DC – Kemenangan Donald Trump sebagai Presiden AS tidak berdampak terhadap kehidupan seorang warga negara Indonesia (WNI), yakni seorang profesional muda yang tinggal di Amerika, Dewi Astuti.
Menurutnya meskipun saat ini unjuk rasa memang terjadi di kota-kota besar di Amerika pasca terpilihnya Trump, namun selama ini di Washington DC belum terdengar adanya unjuk rasa.
“Kondisi di Washington DC biasa saja, tak memanas. Makanya saya suka tinggal di kota ini,” ungkap Dewi Astuti kepada Republika, Selasa (15/11/2016).
“Saya juga tak mendapat peringatan dari KBRI untuk berjaga-jaga, semua biasa saja, aman-aman saja,” tambahnya.
Ia mengakui mendengar kabar anak-anak SMA di dekat Washington DC akan melakukan unjuk rasa atas terpilihnya Donald Trump. Jarak sekolah itu dari Washington DC seperti jarak antara Jakarta dan Bekasi.
“Namun memang belakangan Washington DC sering mengalami macet parah paska terpilihnya Trump sebagai presiden. Tapi saya pribadi tak tahu apakah ini tersangkut dengan Trump atau tidak,” ujar Dewi.
Saat ini, seringkali terdengar mobil-mobil rombongan memakai sirene berlalu-lalang. “Tempat tinggal saya tak jauh dari Gedung Putih, makanya apakah ini terkait dengan Trump atau bukan,” jelas Dewi.
Namun, ujar Dewi, sebenarnya Trump mulai duduk di Gedung Putih pada Januari mendatang. Tapi sekarang sudah ramai kendaraan dengan sirine berlalu-lalang. Beda dengan dulu Washington termasuk kota yang sepi.
Ia mengungkapkan jika Washington DC merupakan kota basisnya Partai Demokrat. Banyak yang kecewa Hillary Clinton kalah dalam pemilihan tetapi di sini tak ada demo jadi kondisinya aman.





