Banjir hingga Nyaris Dua Meter Rendam Kebon Pala, Warga Mulai Mengungsi

JAKARTA, KBKNEWS.id – Banjir kembali merendam permukiman warga di wilayah Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Senin (20/4) dini hari dengan ketinggian air  mencapai 1,75 meter dan membuat kawasan tersebut berstatus siaga 2.

Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu, Sanusi, mengatakan air mulai meningkat sejak sekitar pukul 03.00 WIB. Hingga pukul 09.43 WIB, ketinggian air tercatat sudah mencapai 175 sentimeter dan terus menunjukkan tren kenaikan.

“Air mulai naik sekitar jam tiga pagi, ini sudah masuk siaga 2. Pagi ini sekitar 1,75 meter dan masih terus naik,” kata Sanusi.

Ia menjelaskan, banjir kali ini dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi serta kiriman air dari wilayah hulu, terutama Katulampa dan Depok, yang menyebabkan debit air meningkat dalam waktu singkat.

Akibat kondisi tersebut, sebagian warga memilih meninggalkan rumah demi keselamatan. Namun, jumlah warga yang mengungsi masih relatif sedikit, yakni sekitar lima kepala keluarga (KK), yang mengungsi secara mandiri ke rumah kerabat terdekat.

“Yang mengungsi ada sebagian, sekitar lima KK. Mereka mengungsi ke rumah saudaranya,” ujarnya.

Sementara itu, aparat setempat terus memantau kondisi di lapangan. Warga yang masih bertahan di rumah diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan air susulan, mengingat curah hujan masih berpeluang terjadi.

Petugas kepolisian juga mulai melakukan evakuasi terhadap warga yang ingin mengungsi, sekaligus membantu menyelamatkan barang-barang dari genangan banjir.

Sanusi menambahkan, hujan dengan intensitas cukup tinggi memang kerap turun hampir setiap hari dalam beberapa waktu terakhir, terutama pada sore hingga malam hari. Kondisi ini membuat banjir di Kebon Pala berulang dalam beberapa hari terakhir karena genangan sulit surut secara optimal.

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta telah mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob pada 17 hingga 23 April 2026 di sejumlah kawasan pesisir utara Jakarta.

Fenomena ini dipicu oleh fase bulan baru pada 17 April dan perigee pada 19 April yang berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut.

.

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here