Ditinggal Warga Mengungsi, Kampung Cikatomas Bagai Kota Mati

Ilustrasi longsor

BANDUNG – Kampung Cikatomas, Desa Citatah, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, menjadi sepi dan seperti kota mati setelah ditinggal para penduduk yang mengungsi karena bencana longsor akibat pergerakan tanah.

Berdasarkan pantauaan PR pada Rabu (23/11/2016), kini yang tersisa hanya rumah-rumah penduduk yang nyaris roboh lantaran sebagian besar dinding dan lantainya retak-retak. Jalan kampung ambles di sana-sini. Longsoran tanah jatuh di beberapa titik. Pergerakan tanah terus terjadi setiap hari, sehingga membuat kerusakan di kampung itu makin menjadi-jadi.

Semua warga sudah mengungsi ke Gedung Olah Raga Desa Citatah sejak pergerakan tanah terjadi Jumat pekan lalu. Beberapa warga sesekali datang ke rumahnya pada siang hari. Sore hari, mereka kembali ke tempat pengungsian.

“Sebagian hanya datang ke rumahnya untuk melihat barang-barang dan hewan ternak yang masih tertinggal. Namun, sore dan malam hari, mereka tinggal di GOR desa,” kata Ujang Sulaeman, Ketua RT setempat.

Menurutnya, sekitar 40 keluarga di Kampung Cikatomas masih bertahan di pengungsian dengan harap-harap cemas. Mereka menunggu kepastian dari pemerintah mengenai masih layak tidaknya perkampungan mereka untuk ditempati.

“Katanya sih sudah tidak layak ditempati. Namun, masih menunggu kepastian dari pemerintah, bagaimana langkah selanjutnya,” kata Ujang.

Para petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah KBB dipimpin Maman Sulaiman Sunjaya mengungkapkan, pergerakan tanah di kampung itu terus terjadi setiap hari dan mengancam keselamatan warga.

Untuk itu, semua warga kampung diungsikan ke tempat yang lebih aman. “Ada yang mengungsi di GOR, ada juga yang mengungsi di rumah kerabat. Kami imbau warga yang siang hari datang ke kampung itu agar kembali ke pengungsian sore harinya,” ujar Maman.

Menurut Maman, pergerakan tanah di Kampung Cikatomas merupakan bencana alam. Di bawah perkampungan itu, terdapat saluran air yang terus menggerus tanah. Hal itu diduga menjadi penyebab pergerakan tanah terjadi.

Untuk memastikan layak atau tidaknya kampung itu dihuni kembali, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Badan Geologi. Rekomendasi tersebut nantinya juga akan menentukan apakah warga di sana akan direlokasi atau tidak. “Kalaupun harus direlokasi, pemerintah siap memfasilitasinya. Sementara, untuk lahan relokasi sudah ada gambaran, yaitu di tanah kas desa,” katanya.

 

Advertisement