JAKARTA, KBKNEWS.id – Pemerintah mulai menyusun langkah antisipatif menghadapi potensi krisis plastik kemasan pangan akibat gangguan pasokan bahan baku global.
Konflik di kawasan Timur Tengah, khususnya terkait Iran, berdampak pada ketersediaan nafta sebagai bahan utama produksi plastik berbasis minyak bumi.
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah, Sam Herodian, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menjajaki opsi impor plastik kemasan dari Malaysia.
Selain itu, peluang kerja sama dengan negara lain, termasuk Rusia, juga dibuka guna memastikan pasokan tetap terjaga dan tidak bergantung pada satu sumber.
Tak hanya kemasan plastik konvensional, pemerintah juga mempertimbangkan teknologi penyimpanan modern seperti hermetic bag, yang mampu menjaga kualitas beras hingga 2–3 tahun tanpa tambahan bahan kimia.
Meski masih dalam tahap awal, langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan pangan nasional sekaligus meredam dampak lanjutan dari krisis bahan baku global terhadap industri dalam negeri.





