IRAK – PBB memperingatkan bahwa sebanyak setengah juta orang di Mosul , hampir setengahnya adalah anak-anak, kesulitan akses memperoleh air bersih setelah saluran pipa air utama rusak akibat pertempuran.
Kerusakan saluran pipa air terletak di daerah yang masih dikuasai oleh ISIS, sehingga mustahil untuk diperbaiki dengan cepat.
Untuk menyambung hidup pihak berwenang Irak mengangkut persediaan air bersih dengan truk ke wilayah timur yang berhasil direbut kembali, tapi pasokan ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan warga.
Jika saluran pipa air tidak bisa diperbaiki dalam beberapa hari ke depan, PBB mengatakan, warga sipil juga terpaksa harus menuju ke sumber air yang tidak aman, dan anak-anak bisa terkena risiko penyakit yang ditularkan melalui air seperti diare dan ancaman gizi buruk.
Sementara itu, dilansir BBC, Minggu (4/12/2016), Komite Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan bahwa serangan untuk merebut kembali kota Mosul bisa memakan waktu berbulan-bulan, dan mendorong lebih dari 1,5 juta warga sipil yang diyakini tinggal di sana untuk mencoba meninggalkan rumah-rumah mereka.
Sedikitnya 77.000 orang telah mengungsi sejauh ini, dan masih banyak warga yang tinggal di rumah-rumah mereka seperti yang disarankan pemerintah.





